Kamis, 28 Mei 2026

Tanggapi Polemik KPAI dan PB Djarum, Wiranto: Kenapa Kisruh? Imam Nahrawi Turut Beri Dukungan

Tanggapi polemik KPAI dan PB Djarum, Wiranto pertanyakan mengapa jadi kisruh jika bisa dibicarakan dengan baik, sementara Imam Nahrawi beri dukungan.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Instagram @pbdjarumofficial
Tanggapi polemik KPAI dan PB Djarum, Wiranto pertanyakan mengapa jadi kisruh jika bisa dibicarakan dengan baik, sementara Imam Nahrawi beri dukungan. 

TRIBUNPALU.COM - Wiranto angkat bicara terkait Progam Bakti (PB) Djarum menghentikan audisi bulu tangkis setelah berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengatakan, polemik antara KPAI dengan PB Djarum ini semestinya tidak perlu terjadi.

Wiranto yang juga menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan ini menegaskan, mengenai pembinaan bulu tangkis di Indonesia semestinya bisa dibicarakan baik-baik.

Hal ini diungkapkan Wiranto saat ditemui Kompas.com di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

"Ini kan masalah pembinaan bulu tangkis di Indonesia, kenapa kisruh? Semua bisa dibicarakan dengan baik," ujar Wiranto.

Menurutnya, harus ada kesadaran dari kedua belah pihak atas permasalahan baru yang muncul ini.

Wiranto menambahkan, pihaknya sedang merancang konsep baru dalam menjaring bibit unggul pada bidang bulu tangkis.

Namun, konsep ini akan diterapkan pada tahun 2020 mendatang.

"Sampai 2019 (pembinaan atlet muda) dilanjutkan. Nanti ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan," lanjutnya.

PB Djarum Pamit: Kak Seto Anggap Seperti Anak Ngambek, Warganet Buatkan Petisi Online Bubarkan KPAI

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ( Menpora) Iman Nahrawi akhirnya angkat bicara soal bakal ditiadakannya Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulu Tangkis pada tahun depan.

Tahun 2019 ini, menjadi akhir dari acara pencarian bibit-bibit pebulu tangkis di Indonesia tersebut.

Keputusan itu telah dikonfirmasi oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, saat konferensi pers di Hotel Aston Imperium, Purwokerto, Sabtu (7/9/2019).

Audisi Umum PB Djarum ditiadakan pada 2020 terkait dengan klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang itu mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Meski demikian, Menpora Imam Nahrawi justru berseberangan pendapat dengan pihak KPAI yang menyebut bahwa audisi Djarum mengeksploitasi anak.

Melalui unggahan Instastory-nya pada Minggu (8/9/2019) siang, Imam justru mendukung agar audisi Djarum tetap berjalan pada tahun depan.

Menurut Imam Nahrawi, dunia olahraga itu memang sangat membutuhkan sponsor dari pihak swasta.

"Audisi badminton Djarum mestinya jalan terus karena tak ada unsur eksploitasi anak. Bahkan, audisi Djarum sudah melahirkan juara-juara dunia," tulis Imam Nahrawi.

"Lagipula olahraga itu butuh dukungan sponsor. Ayo lanjutkan audisi badminton."

Tak hanya sebatas Instastory, Imam Nahrawi pun mengunggah sebuah Instagram TV yang berisi video para pemain bulu tangkis yang sudah menorehkan prestasinya untuk Indonesia.

"Indonesia, Rumah Pengabdianku

Indonesia tanah tempatku mengabdi untuk curahkan jiwa dan raga

Mendampingi para #garudamuda untuk buktikan kemampuannya

Mengibarkan bendera pusaka merah putih di tiang tertinggi dunia

Satu yakinku bahwa #Indonesia BISA

Perjalanan panjang (yang) dengan bangga kusebut sebagai perjuangan dan pengorbanan

Sebuah usaha untuk mempertahankan kemerdekaan dengan segala kekuatan dan keberanian

Serta didasari semangat kebersamaan, dari serangkaian latihan bahwa Indonesia bisa diperhitungkan

Mengabdi untuk Ibu Pertiwi adalah janji. Harapku itu semua sudah ditepati. Namun doaku tak pernah berhenti selamanya

Sampai nafas ini kembali untuk Indonesiaku dengan segala potensi dan prestasi.

Kemenangan tidak hanya didasari oleh kekuatan fisik dan kemampuan semata, tetapi mental yang kuat, akan menjadi bagian dari sebuah keberhasilan yang tak terduga

Tempat ini adalah rumah bagi para atlet Indonesia untuk melangkah meraih mimpi tertingginya dan mempersembahkan yang terbaik bagi ibu pertiwi.-IN," tulis Imam Nahrawi pada keterangan unggahannya Senin (9/9/2019) sore.

Polemik Penghentian Audisi Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum, Berikut Tanggapan Para Atlet

Warganet sayangkan PB Djarum pamit minta bubarkan KPAI hingga buat dukungan lewat petisi online

Banyak dari mereka yang menyayangkan mengapa cabang olahraga yang dibanggakan di Indonesia ini seakan-akan dipersulit pergerakannya.

Tak ayal dukungan dari masyarakat untuk PB Djarum ini menyerang balik KPAI melalui media sosial.

Tanda pagar #bubarkanKPAI pun merajai trending topic pertama selama sembilan jam terakhir.

Bahkan hingga artikel ini ditulis, #bubarkanKPAI masih jadi perbincangan hangat warga Twitter.

Tak berhenti di situ, warganet pun membuat dukungan melalui laman petisi online, change.org.

Dukungan berjudul BUBARKAN KPAI tersebut ditujukan akun bernama Davin Arkana kepada KPAI.

Dalam petisinya ia mengajak warganet untuk mendukung dan memenangkan petisi pembubaran KPAI.

"2 kata yg menggambarkan situasi perasaan kita saat ini, ya keputusan KPAI yg mengatakan pb djarum melakukan eksploitasi benar" membuat publik geger, bagaimana mungkin PB Djarum yg sudah melahirkan bibit unggul bulutangkis malah dituding melakukan eksploitasi? KPAI sering kali membuat keputusan yang tidak masuk akal tanpa mempertimbangkan akibat yg ditimbulkan, mereka hanya mampu melarang mereka hanya mampu membuat keputusan tanpa mencari jalan keluar, bagimana nasib anak" yg memiliki hobi badminton? Bagaimana nasib mereka apakah KPAI mau menanggung? Tentu saja tidak, jangan salahkan kami jika 5-10 tahun lagi prestasi bulutangkis kita meredup, hanya bulutangkis yang mampu menyelamatkan muka indonesia di kancah dunia .Jika pencarian bakat ditutup tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kekurangan atlet"nya. Terimakasih KPAI atas keputusan mu itu yg telah mengubur tekad dan semangat juang adik" kami yang ingin menjadi pemain badminton profesional, terimakasih juga sudah meredupkan prestasi badminton Indonesia. Sudah puas belum KPAI??" tulis Davin Arkana pada petisi yang dibuat 20 jam sebelum artikel ini ditulis.

(Tangkapan Layar change.org)

(TribunPalu.com/Kompas.com)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved