Pertengkaran Terus Menerus Jadi Faktor Paling Banyak Penyebab Gugatan Cerai di Kota Palu

Pertengkaran terus menerus menjadi faktor gugatan cerai yang dilayangkan melalui Pengadilan Agama Palu.

Pertengkaran Terus Menerus Jadi Faktor Paling Banyak Penyebab Gugatan Cerai di Kota Palu
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Suasana halaman depan Kantor Pengadilan Agama Palu, Kamis (12/9/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Pertengkaran terus menerus yang dialami ratusan pasangan suami istri di Kota Palu, menjadi faktor gugatan cerai yang dilayangkan melalui Pengadilan Agama Palu.

Tercatat, ada sebanyak 658 gugatan yang diterima Pengadilan Agama Palu sejak Januari sampai Agustus 2019.

Sampai dengan Kamis (12/9/2019) siang, Pengadilan Agama Palu sudah memutus 496 perkara gugatan cerai.

"Dari 496 yang sudah keluar akta cerainya itu, faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus mencapai 252 perkara," jelas Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Palu, Hj Rahidah Said.

Sampai Agustus 2019, Pengadilan Agama Palu Catat Ada 658 Gugatan Cerai

Operasi Patuh Tinombala 2019 Berakhir, Polres Palu Temukan Kendaraan yang Diduga Hasil Curian

Operasi Patuh Tinombala 2019 di Kota Palu Berakhir, Polisi Tilang 1.869 Pengendara

Menurut Rahidah, berdasarkan fakta sidang, ditemukan bahwa pertengkaran yang terjadi dalam rumah tangga  disebabkan banyak faktor.

Salah satunya adalah kondisi ekonomi dan desakan kebutuhan yang tidak sesuai keinginan, yang menjadi dasar pertengkaran keduanya.

Faktor penyebab perceraian selanjutnya adalah salah satu pihak pasangan suami istri ditinggalkan pihak lainnya, jumlahnya perkaranya sebanyak 123.

Gugatan cerai akibat kekerasan dalam rumah tangga juga cukup tinggi selama tahun 2019 ini, yakni sebanyak 56 perkara dan sudah diputus oleh hakim majelis.

"Ada juga gugatan karena kondisi ekonomi, ini yang disampaikan dalam alasan gugatan, ada sebanyak 26 perkara," kata Rahidah.

Lanjut Rahidah, masih ada juga sejumlah faktor penyebab lain gugatan perceraian yang ditangani Pengadilan Agama Palu.

Seperti faktor suami yang pemabuk ada 12 perkara, karena murtad ada delapan perkara, karena madat atau ketergantungan obat-obatan ada tujuh perkara, dan faktor judi ada empat perkara.

"Serta ada juga gugatan cerai dengan alasan pasangannya dihukum penjara, yakni ada empat perkara, faktor poligami ada tiga perkara, dan ada yang mengaku minta cerai karena sebelumnya kawin paksa," ungkap Rahidah.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved