BJ Habibie Meninggal

Sempat Salatkan Jenazah BJ Habibie, Mahfud MD: Andai Dibolehkan Saya Protes dan Minta Dispensasi

Mahfud MD bersyukur sempat salat jenazah BJ Habibie; Andai dibolehkan saya protes dan minta dispensasi kepada Allah agar wafatnya BJ Habibie ditunda.

Sempat Salatkan Jenazah BJ Habibie, Mahfud MD: Andai Dibolehkan Saya Protes dan Minta Dispensasi
Twitter @mohmahfudmd
Sempat Ikuti Salat Jenazah BJ Habibie, Mahfud MD: Andai Dibolehkan Saya Protes dan Minta Dispensasi 

TRIBUNPALU.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD melayat ke rumah duka Bacharuddin Jusuf Habibie di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Saat dimintai keterangan oleh pewarta, Mahfud MD menyampaikan belasungkawa dan rasa dukanya yang mendalam.

Bahkan, ia menungkapkan rasa kehilangan lantaran masyarakat masih memerlukan keteladan dan bimbingan BJ Habibie.

"Seandainya kita boleh minta dispensasi kepada Tuhan, boleh minta penundaan takdir tentang kematian, tentu kita akan minta kepada Tuhan agar Pak Habibie belum dipanggil dulu. Karena kita masih memerlukan keteladanan dan bimbingan-bimbingannya," kata Mahfud MD.

Dengar Kabar BJ Habibie Meninggal, PM Malaysia Mahathir Mohamad Mengaku Kehilangan Sosok Sahabat

Meskipun demikian, ia mengaku telah mengikhlaskan kepergian BJ Habibie.

Hal ini diungkapkan Mahfud MD melalui akun Twitter resminya, @mohmahfudmd pada Kamis (12/9/2019) pukul 09.24 WIB.

"Andai dibolehkan sy akan protes krn Habibie wafat. Andai boleh tentu kita akan minta dispensasi kpd Allah agar wafatnya Habibie ditunda krn kita msh ingin bersamanya. Tp taqdir Allah tak bs ditolak, kita hrs mengikhlaskannya. Bersyukur td pg bs bersalat janazah utk Pak Habibie," tulisnya dalam keterangan foto saat menjadi imam pada prosesi salat jenazah.

Menurut Mahfud MD, kini saatnya melanjutkan perjuangan dan apa yang telah disumbangkan Presiden ketiga RI itu.

Mahfud menilai, BJ Habibie adalah orang yang luar biasa, yang bukan hanya berjuang untuk kepentingan pribadi, tetapi juga mengorbankan seluruh yang ia miliki untuk kepentingan negara.

Salah satu pengrobanan terbesar Habibie adalah menyelenggarakan Pemilihan Umum pada 1998.
Padahal, kala itu, Habibie secara konstitusi bisa bertahan menjadi Presiden hingga tahun 2003.

Halaman
12
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved