Kepala BPPT: Indonesia Diharapkan Terapkan Filosofi BJ Habibie, 'Berawal di Akhir, Berakhir di Awal'

Kepala BPPT membocorkan pesan BJ Habibie untuk menerapkan filosofi "Berawal di Akhir, Berakhir di Awal."

Kepala BPPT: Indonesia Diharapkan Terapkan Filosofi BJ Habibie, 'Berawal di Akhir, Berakhir di Awal'
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Ke 3 RI BJ Habibie hadir pada konferensi pers rencana produksi film Habibie & Ainun 3, di Jakarta, Kamis (4/4/2019). Film Habibie & Ainun 3 tersebut akan mengisahkan tentang masa muda Hasri Ainun Besari, yang akan diperankan oleh Maudy Ayunda. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNPALU.COM - Mengenang kepergian pendiri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sekaligus Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie untuk selamanya, Kepala BPPT Hammam Riza pun membocorkan pesan yang selama ini dititipkan kepadanya.

Ia menjelaskan sistem kerja yang terus digaungkan tokoh bangsa yang akrab disapa Eyang Habibie itu agar selalu diterapkan oleh BPPT, yakni 'Berawal di Akhir, Berakhir di Awal.'

Menurutnya, apa yang telah dilakukan pendahulunya itu merupakan cara kerja yang sudah seharusnya dilakukan dalam mengejar ketertinggalan Indonesia pada bidang teknologi agar bisa bersaing dengan negara maju.

Dalam pengimplementasian filosofi 'Berawal Di Akhir, Berakhir Di Awal' itu, kuncinya adalah menggunakan produk yang sudah ada dan memiliki teknologi proven serta telah digunakan oleh banyak negara di dunia.

Hammam pun menyebut negara Tiongkok sebagai contoh negara yang mampu menerapkan filosofi semacam itu.

Kepala BPPT Hammam Riza usai menjenguk Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie di Paviliun Kartika, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Selasa (10/9/2019) sore.
Kepala BPPT Hammam Riza usai menjenguk Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie di Paviliun Kartika, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Selasa (10/9/2019) sore. (Tribunnews.com/Fitri Wulandari)

Cerita Mahasiswa di Jerman yang Pernah Disapa BJ Habibie: Tak Pernah Lupa Kerendahan Hati Beliau

Pihak Keluarga Sebut Kabar BJ Habibie Donorkan Kornea Mata kepada Thareq Kemal Habibie Hoaks

Negeri Tirai Bambu tersebut kini mampu memproduksi kereta cepat sendiri, seperti yang akan digunakan untuk koridor Jakarta-Bandung.

"Tiongkok sendiri telah mampu membuktikan dampak positif dari reverse engineering, mereka secara bertahap mampu mengejar ketertinggalan teknologi dalam produksi kereta cepat," ujar Hammam, kepada Tribunnews, Jumat (13/9/2019).

Tahapan pertama yang dilakukan Tiongkok adalah membeli kereta cepat dari negara bagian Bavaria, Jerman, lalu dilakukan proses reverse engineering atau membongkar 'utak-atik' sendiri produk tersebut.

Selanjutnya, mereka akhirnya bisa mandiri dalam memproduksi kereta cepat, meskipun ada sejumlah komponen yang masih diimpor dari Jerman.

Mantan Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam (TPSA) BPPT itu pun menilai legacy dari Eyang Habibie tidak akan pernah bisa dipadamkan.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved