Pimpinan KPK Kembalikan Mandat ke Presiden, Mahfud MD: Artinya Membiarkan Adanya Korupsi

Mahfud MD memberikan tanggapannya terkait pimpinan KPK yang menyerahkan manda pengelolaan lembaga ke presiden.

Pimpinan KPK Kembalikan Mandat ke Presiden, Mahfud MD: Artinya Membiarkan Adanya Korupsi
Twitter/mohmahfudmd
Mahfud MD. 

TRIBUNPALU.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD memberikan tanggapan terkait pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerahkan mandat pengelolaan lembaga ke presiden.

Menurut Mahfud MD yang dilakukan oleh sejumlah pimpinan KPK itu merupakan sebuah kesalahan.

Hal tersebut lantaran lembaga KPK bukanlah mandataris presiden.

"Soal pimpinan KPK menyerahkan mandat kepada pimpinan presiden itu sebenarnya tidak ada akibat hukum apa-apa karena di dalam undang-undang KPK ini bukan mandataris presiden."

"KPK itu adalah melaksanakan pekerjaan di lingkungkan eksekutif tetapi bukan bawahan pemerintah."

"KPK bukan bawahan pemerintah, sehingga dia mengembalikan mandat ke presiden itu salah," ungkap Mahfud MD, dikutip TribunPalu.com dari acara Kompas Siang yang dipublikasikan oleh kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (15/9/2019).

Kwik Kian Gie hingga Artidjo, Nama-nama yang Disebut-sebut Layak Masuk Jajaran Dewan Pengawas KPK

Mahfud MD lantas membeberkan tiga alasan yang dapat membuat seseorang mundur dari KPK.

"Kalau menurut undang-undang, kalau berhenti itu satu karena meninggal, dua karena pensiun dan tiga karena mengundurkan diri, tidak ada mengembalikan mandat ke presiden," sambung Mahduf MD.

Tindakan yang dilakukan oleh pimpinan KPK ini dinilai Mahfud MD dapat menimbulkan dampak yang ekstrim.

Yaitu pembiaran terjadinya tindak pidana korupsi.

Halaman
123
Penulis: Lita Andari Susanti
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved