Palu Hari Ini

DTPH Sebut Pertanian Rakyat Terancam Gagal Panen Karena Kemarau

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura mengatakan, cuaca panas berdampak terhadap pertanian masyarakat.

DTPH Sebut Pertanian Rakyat Terancam Gagal Panen Karena Kemarau
TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin
Aktivitas petani hortikultura di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sulawesi Tengah, Trie Iriany Lamakampali mengatakan, cuaca panas yang saat ini sedang menimpa sejumlah daerah, termasuk Sulteng, sangat berdampak terhadap pertanian masyarakat.

Sebab, akibat kemarau panjang, suplai nutrisi terhadap pertanian baik padi maupun tanaman hortikultura bakal terhambat seiring dengan meningkatnya kebutuhan air oleh tanaman tersebut.

Trie menyebut secara tidak langsung petani berpotensi lebih besar mengalami gagal panen dari pada keberhasilan sehingga berpengaruh terhadap distribusi pertanian lokal dalam permintaan pasar.

“Ini kemarau panjang, mau tanaman apapun sebenarnya membutuhkan air, ini bencana sebenarnya untuk pertanian, cobaan kalau iklim seperti ini,” jelasnya saat dihubungi, Senin (16/9/2019) sore.

Aktivitas petani hortikultura di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, beberapa waktu lalu.
Aktivitas petani hortikultura di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, beberapa waktu lalu. (TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin)

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada para petani di Sulteng untuk mengalihkan komoditi tanamnya menjadi komoditi yang tahan terhadap kemarau.

Seperti tanaman hortikultura, yang hanya membutuhkan sedikit suplai air untuk bertahan hidup hingga masa panen seperti padi ladang dan jagung.

“Tetap juga kita mengimbau untuk menyesuaikan komoditi yang memang tahan kemarau," kata Trie.

Menurutnya, ada beberapa teknologi hasil penelitian dari Litbang Kementerian Pertanian.

Namun menurutnya, penerapan teknologi itu tidak mudah.

"Sehingga lanjutnya, kembali lagi kepada petaninya, sebab disisi ini mereka tetap berfikir, ‘oh ini spekulasi, kita nanti bakal rugi lagi'. Kalau sudah seperti itu, ya, kami mau katakan apa?,” tuturnya.

“Itu kembali lagi ke haknya petani, tetapi pemerintah tetap mendorong untuk memastikan ada tanaman yang memang sesuai dengan kondisi iklime seperti ini seperti padi ladang, jagung juga termasuk,” ujarnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved