Sulteng Hari Ini

5 Kali Karhutla di Sulteng, Polda Minta Warga Tak Lakukan Aktivitas Pembakaran Selama Kemarau

5 wilayah Sulteng yang alami Karhutla adalah Kabupaten Tojo Una Una, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Banggai, Kabupaten Buol dan Kabupaten Poso.

5 Kali Karhutla di Sulteng, Polda Minta Warga Tak Lakukan Aktivitas Pembakaran Selama Kemarau
Dok. Humas Polda Sulteng
Kebakaran di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu 

Polda Sulteng Catat Sudah Lima Kali Karhutla Terjadi di Sulteng, Minta Warga Tidak Lakukan Aktivitas Pembakaran Selama Kemarau

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto mengatakan, tercatat sudah lima kali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulteng.

Diantaranya Kabupaten Tojo Una Una, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Banggai, Kabupaten Buol dan Kabupaten Poso.

"Beruntung berkat kesigapan personel TNI-Polri dibantu masyarakat setempat, kebakaran bisa diatasi," katanya, Rabu (18/9/2019).

Meski kata Didik, dalam penangananya hanya menggunakan peralatan seadanya seperti pengerahan mobil Damkar, Mobil AWC Polres dan Peralatan sederhana lain.

Kabid Humas Polda Sulteng Sebut Penyidikan Kasus Pencemaran Nama Baik Wali Kota Palu Sudah Lengkap

Ejek Polisi Gendut di Media Sosial, Dua Warga Kudus Diamankan Polisi

"Tujuannya jelas, agar tidak meluas dan tidak menimbulkan asap yang dapat mengganggu transportasi atau aktivitas masyarakat setempat," tegasnya.

Didik mejelaskan, kebakaran terjadi akibat kemarau panjang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia termasuk Sulawesi Tengah.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar tidam sembarangan membuang puntung rokok di area hutan atau lahan kering.

"Saat ini, rumput atau semak-semak kondisinya mengering sehingga apabila ada api sekecil apapun akan menyulut menjadi api yang besar," jelasnya.

Selain itu ia berharap agar warga tidak melakukan aktivitas pembakaran di hutan dan lahan.

Sebab apabila berdampak luas karena lalai atau sengaja, bahkan menimbulkan kerugian maka pelakunya akan dikenakan sanksi hukum.

"Mari bersama kita jaga dan pelihara hutan yang ada, dan cepat bertindak apabila melihat ada asap akibat kebakaran hutan dan lahan, serta laporkan dengan aparat TNI-Polri terdekat," imbaunya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved