Terkini Nasional

Penetapan Imam Nahrawi Disebut Bersifat Politik, Wakil Ketua KPK: Ini Normal Proses Biasa

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief buka suara terkait kabar bahwa penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka disebut bersifat politik.

Penetapan Imam Nahrawi Disebut Bersifat Politik, Wakil Ketua KPK: Ini Normal Proses Biasa
Kanal YouTube Najwa Shihab
Wakil Ketua KPK Laode M Syarief 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Ketua KPK Laode M Syarief buka suara terkait kabar bahwa penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka disebut bersifat politik.

Menurut Laode penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya.

Namun pihak KPK sengaja baru menyampaikan pengumuman pada Rabu (18/9/2019) untuk menghindari adanya dugaan politik dalam penetapan tersebut.

Hal ini diungkapkannya dalam acara Mata Najwa edisi Rabu (18/9/2019) yang tayang di Trans &.

"Ini pengumumannya sengaja ditunda, penetapannya sudah beberapa minggu tapi kami juga tidak mau dipikir kita main politik gara-gara undang-undang," ungkapnya.

Terjerat Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI, Menpora Imam Nahrawi: Ini Risiko Saya Sebagai Menteri

Tanggapan Pihak Istana soal Imam Nahrawi Jadi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah KONI

Tak hanya itu ia juga menegaskan bahwa nama Imam Nahrowi sudah sering disebutkan di pengadilan terkait kasus suap dana hibah KONI tersebut.

"Sudah berjalan dan sudah disebut di pengadilan berkali-kali, nggak ada niatan politik," sambungnya.

Lebih lanjut, Laode menjelaskan bahwa penetapan Imam Nahrawi sebagai tersangka merupakan sebuah proses hukum biasa dan tidak ada kaitannya dengan politik.

"bahkan sebenarnya yang membantu dia bersama-sama itu sudah ditahan KPK yang staf ahlinya, ini hanya normal proses biasa," tuturnya.

Imam Nahrawi Ditetapkan Jadi Tersangka

Halaman
123
Penulis: Lita Andari Susanti
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved