Palu Hari Ini

Pendapatan Industri Cokelat Lokal di Palu Ini Turun Drastis Hingga 75 Persen Akibat Bencana

Industri cokelat lokal, Banua Cokelat, jadi satu di antara Industri Kecil dan Menengah (IKM) terdampak bencana di Kota Palu

Pendapatan Industri Cokelat Lokal di Palu Ini Turun Drastis Hingga 75 Persen Akibat Bencana
TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin
Pemilik Banua Cokelat di Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Palu, memperlihatkan jualan cokelatnya pascabencana, Senin (23/9/2019) pagi. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Industri cokelat lokal, Banua Cokelat, jadi satu di antara Industri Kecil dan Menengah (IKM) terdampak bencana di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

Industri dan toko olahan makanan berbahan cokelat itu, mengalami penurunan omset secara drastis, yakni sampai 75 persen.

Makanan olahan hasil produksi Banua Cokelat itu bisa didapatkan di gerainya di Jalan Otto Iskandar Dinata Kota Palu.

Pemilik Banua Cokelat, Ansaruddin mengatakan, akibat merosotnya omset tersebut, dirinya terpaksa harus merumahkan seorang dari 4 karyawannya.

"Yang dulunya penjual sebelum bencana bisa ada selama 1 minggu, sekarang satu bulan pun tidak dapat," kata Ansaruddin, Senin (23/9/2019) pagi.

Ansaruddin mengatakan kondisi saat ini semakin buruk sebab sebelum bencana 28 September 2018 omset Banua Cokelat bisa mencapai Rp1 juta per hari.

Selain itu, tambahan modal bagi pelaku IKM sama sekali tidak ada dari pemerintah setempat melalui dinas terkait.

"Kondisinya juga sudah seperti begini dan kita tidak bisa menyalahkan terus pemerintah, yang pasti tidak ada manusia yang mengharapkan bencana ini terjadi," ungkap Ansaruddin.

Ansaruddin mengaku, pascabencana 28 September 2018, dirinya baru kembali beraktifitas membuka gerai Banua Cokelat mulai Januari 2019 dengan bermodalkan dana simpanan yang diperoleh dari penjualan cokelat sebelumnya.

"Kita buka lagi dengan sisa dana yang ada, bahkan perbaikan rumah produksi kami harus meminjam," ujarnya.

Menurutnya, kerugian yang harus ditanggung akibat bencana tersebut sekira Rp 100 juta lebih.

"Kami juga sempat berbincang dengan IKM lain di luar Sulawesi Tengah. Bahwa kondisi ekonomi sekarang lagi menurun hampir seluruh Indonesia. Hanya saja Kota Palu kemarin sempat mengalami bencana itu yang menjadi faktor utama bagi kita di sini," jelas Ansaruddin. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved