Palu Hari Ini

Organisasi Profesi Jurnalis Palu Desak Kapolres Tindak Tegas Pelaku Intimidasi Wartawan TVRI Sulteng

Lima organisasi profesi jurnalis mengeluarkan peryataan sikap bersama terkait intimidasi yang dilakukan oknum polisi terhadap jurnalis TVRI, Rian

Organisasi Profesi Jurnalis Palu Desak Kapolres Tindak Tegas Pelaku Intimidasi Wartawan TVRI Sulteng
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Jurnalis TVRI Sulteng, Rian Saputra, saat bertemu Kapolres Palu, AKBP Mujianto, Rabu (25/9/2019) malam. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lima organisasi profesi jurnalis mengeluarkan peryataan sikap bersama terkait intimidasi yang dilakukan oknum polisi terhadap jurnalis TVRI, Rian Saputra, Kamis (26/9/2019).

Organisasi ini terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Sulawesi Tengah, dan Forum Pemred Sulawesi Tengah.

"Kasus ini tidak hanya selesai dengan kata maaf, karena sudah berulang-ulang terjadi, kami ingin tindakan tegas dari Kapolres Palu, terlebih Kapolda," tegas Ketua AJI Palu, Mohammad Ikbal.

Sebab kata dia, tindakan penghalang halangan termasuk menyita dan meghapus gambar dari kamera Jurnalis dinilai cara-cara premanisme.

"Ini merupakan tindak pidana dan pelanggaran hukum, sebab jurnalis dalam kegiatan dilindungi Undang-Undang," tegasnya lagi.

Hal yang sama diungkapkan Ketua IJTI Sulteng, Rahman Odi.

Secara pribadi ia mengecam keras perampasan kamera dan penghapusan gambar yang dilakukan Anggota Polres Palu, berinisial BJ.

Ia meminta Kapolda Sulteng menangani aksi perampasan tersebut secara serius dan memandangnya sebagai upaya penghalangan kerja jurnalistik.

Ia pun merinci, sebagai mana diatur dalam Undang-Undang No.40 tahun 99 tentang Pers.

Odi menyebutkan, dalam pasal 18 ayat 1, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000, 00 (lima ratus juta rupiah).

Halaman
123
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved