Psikolog Palu: Ketergantungan Gadget pada Anak di Kota Palu di Level Mengkhawatirkan

Ahli Psikologi Anak Mohammad Basir, mengatakan saat ini ketergantungan gadget anak-anak di Kota Palu secara umum sudah mencapai level mengkhawatirkan.

Psikolog Palu: Ketergantungan Gadget pada Anak di Kota Palu di Level Mengkhawatirkan
Yayasan Khalifa
Yayasan Khalifa melaksanakan seminar ramah otak anak di Kota Palu, Senin (7/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ahli Psikologi Anak Mohammad Basir, dalam seminarnya bersama Yayasan Khalifa di Kota Palu, mengatakan saat ini ketergantungan gadget anak-anak di Kota Palu secara umum sudah mencapai level mengkhawatirkan.

Menurut dia, hal tersebut akibat dari ketidaktahuan orang tua dalam melihat tanda-tanda yang ada pada anaknya masing-masing.

Kata Basir sapaannya, ada tiga poin hubungan antara gadget dan anak-anak sudah mencapai level mengkhawatirkan.

"Pertama, karena orang tua kebanyakan memang tidak ingin tahu aplikasi-aplikasi yang ada di dalam gadget tersebut, padahal harusnya orang tua terlebih smart dulu sebelum memberikan gadget pada anak,” ujar Basir saat dihubungi, Senin (7/10/2019).

Kedua, orang tua harus memahami anaknya secara lebih sebelum memberikan gadget.

Misalnya, orang tua harus tegas memberikan batasan-batasan pada anak ketika sudah mulai berinteraksi dengan gadget, terlebih para orang tua dituntut agar memahami tumbuh kembang psikologi anaknya.

Sebab tidak jarang saat ini, kata Basir, kebanyakan para orang tua secara bebas memberikan gadget pada anaknya tanpa pengawasan sedikit pun.

Dalam skala Kota Palu, Basir menyebut level ketergantungan gadget yang sudah mengkhawatirkan itu diperpengruhi dengan minimnya edukasi para orang tua dalam menangani hal tersebut.

“Menariknya, nanti anaknya sudah kenapa-kenapa baru orang tua ini khawatir luar biasa, tapi tetap mereka tidak tahu batasan bermasalah anak itu seperti apa karena belum teredukasi,” kata Basir.

Basir menyebutkan, sejumlah tanda-tanda yang harus dilihat para orang tua ketika anaknya sudah mulai ketergantungan pada gadget, yaitu anak-anak akan berpikir aktivitasnya harus memegang gadget terus-menerus.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved