Kabar Nasional

Soal Tiga Anak Mantan Presiden Jadi Calon di Kabinet Kerja Jilid II; Disebut Bakal Untungkan Jokowi?

Siapa tiga anak presiden calon kandidat kuat di Kabinet Kerja Jilid II? Mengapa disebut bisa menguntungkan Jokowi? Ini alasannya.

Soal Tiga Anak Mantan Presiden Jadi Calon di Kabinet Kerja Jilid II; Disebut Bakal Untungkan Jokowi?
BIRO PERS/BIRO PERS
Siapa tiga anak presiden calon kandidat kuat di Kabinet Kerja Jilid II? Mengapa disebut bisa menguntungkan Jokowi? Ini alasannya. 

Ray Rangkuti pun melihat Yenny Wahid dan Ilham Habibie memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.

Bahkan keduanya berkontribusi memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Yenny dan Ilham Habibie memang tidak berlebihan dilirik sebagai calon anggota kabinet. Adapun soal AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) kemungkinan akan dimasukkan dalam lingkaran Jokowi, sekalipun tidak melihat potensinya akan dimasukan ke dalam kabinet," kata Ray Rangkuti.

Jelang Berakhirnya Masa Kerja Kabinet Kerja, Sejumlah Menteri Jokowi Berpamitan

Nasib tiga srikandi Kabinet Kerja Jilid II

Sementara, tiga srikandi di kabinet saat ini, Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi masih memiliki peluang.

Pengamat politik, Yasin Mohammad mengatakan sejumlah menteri berlatar belakang profesional berpeluang dapat dilantik kembali menjadi pembantu kinerja presiden.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) itu melihat, kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti yang melawan ilegal fishing dengan penenggelaman kapal perlu diapresiasi.

"Dalam konteks penenggelaman ibu Susi paling tinggi, prestasinya dalam law enforcement atau perang melawan ilegal fishing patut diapresiasi," ujar Yasin Mohammad.

Foto unggahan Susi Pudjiastuti saat bermain paddle
Foto unggahan Susi Pudjiastuti saat bermain paddle (www.instagram.com/@susipudjiastuti115)

Kemudian, prestasi Sri Mulyani yang dinilai telah mampu membuat kebijakan yang dapat menyeimbangkan neraca keuangan negara membuatnya berpeluang masuk Kabinet Kerja Jilid II.

"Pola yang dimainkan adalah kebijakan ekonomi liberal, membuka akses investasi dari luar. Investasi ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan," jelasnya.

Yasin Mohamamad menilai Retno Marsudi selama menjadi Menteri Luar Negeri juga sudah membuahkan hasil yang nyata dalam berkomunikasi ke luar negeri.

Bahkan, telah membawa Indonesia sebagai Dewan Kehormatan di PBB.

Menkeu Sri Mulyani Ingatkan Banyak Investor Incar Unicorn Indonesia Karena Data

Jajaran menteri dari partai politik terancam dicoret

Sementara menteri yang tidak berpotensi terpilih kembali masuk jajaran Kabinet Kerja jilid II, berasal dari menteri yang berasal dari kalangan partai politik.

Ia mencontohkan, Airlangga Hartarto yang menjabat Menteri Perindustrian belum menorehkan prestasi yang signifikan.

"Memperin belum ada terobosan baru, tidak ada perkembangan signifikan. Saya kira kinerjanya belum maksimal di bidang perindustrian," paparnya.

Ada pula kader Partai Nasdem, Enggartiasto Lukita juga disebut belum berprestasi dan justru membuat kebijakan impor yang menimbulkan polemik.

"Lalu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, banyak melakukan kebijakan-kebijakan impor yang menimbulkan polemik," sambung Yasin Mohammad.

Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam paparan kinerja dan outlook capaian 2019 di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (10/1/2019).
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam paparan kinerja dan outlook capaian 2019 di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (10/1/2019). (KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)

Selanjutnya, Kinerja Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, kata Yasin Mohammad, tidak mampu melindungi buruh atau para pekerja.

"Dia tidak bisa menjembatani antara pihak buruh dan perusahaan. Ada 4 ribu buruh yang di PHK masal, mereka datang ke Manaker tapi menterinya manggil Direktur Krakatau Steel saja tidak bisa," kata Yasin Mohammad.

(TribunPalu.com/Tribunnews.com)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved