Bupati Pandeglang Sebut Penusukan Wiranto Rugikan Pemda dan Rakyat: Kami Perlu Dorongan Pemerintah

Bupati Pandeglang, Irna Narulita buka suara terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto oleh orang tak dikenal.

Kanal YouTube Metrotvnews
Bupati Pandeglang buka suara terkait aksi penusukan Wiranto. 

TRIBUNPALU.COM - Bupati Pandeglang, Irna Narulita buka suara terkait penusukan menteri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto oleh orang tak dikenal.

Seperti diketahui peristiwa penyerangan tersebut terjadi di Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2019).

Irna menyampaikan rasa prihatin terhadap peristiwa yang menimpa Wiranto.

Ia mengecam aksi yang dilakukan pelaku penusukan tersebut sangat keji dan biadab.

Dan yang sangat disayangkan pelaku tersebut bukan orang Pandeglang.

"Saya menyampaikan rasa prihatin saya dan ini sangat menyedihkan," ujar Irna Narulita, dilansir dari tayangan di kanal Youtube Metrotvnews.

Irna menambahkan, kedua tersangka pelaku perbuatan keji dan biadap tersebut bukanlah orang Pandeglang.

"Pandeglang sedang membutuhkan dorongan dari pemerintah pusat untuk adanya percepatan pembangunan di Pandeglang, di dunia pendidikan Pak Jokowi memberikan bantuan kepada Universitas Mathla'ul Anwar ini kan harus kita apresiasi seharusnya," tuturnya.

Menurutnya, saat ini Pandeglang sedang membutuhkan banyak bantuan pembangunan dari pemerintah pusat.

Bantuan pendidikan dari pemerintah pusat untuk salah satu universitas di Pandeglang seharusnya bisa diapresiasi.

Namun hal ini justru tercoreng dengan adanya penusukan terhadap Wiranto yang justru dilakukan oleh orang yang bukan berasal dari Pandeglang.

Irna mengatakan bahwa hal ini sangat merugikan pemerintah daerah dan rakyat Pandeglang.

"Dua orang yang bukan orang Pandeglang ini sangat merugikan kami pemerintah Kabupaten Pandeglang dan masyarakat Pandeglang," paparnya.

"Karena kami perlu dorongan penuh dari pemerintah pusat agar kami bisa setara dengan kabupaten kota yang ada di Banten selatan yaitu Cirebon," sambungnya.

Irna menegaskan bahwa ia sangat mengutuk perbuatan keji tersebut.

"Kami sangat sedih sekali dan sangat mengutuk perbuatan yang sangat biadab dan keji ini," imbuhnya.

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dikabarkan ditusuk orang tak dikenal hari ini, Kamis (10/10/2019).

Wiranto ditusuk saat sedang berada di Banten.

Informasi ini dibenarkan Mabes Polri.

"Ya, untuk pelaku sudah diamankan," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, ketika dikonfirmasi, Kamis (10/10/2019).

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan saat ini Kapolda Banten tengah berada di lokasi tempat Wiranto ditusuk.

Namun, ia tak bisa berbicara banyak, lantaran masih menunggu informasi lebih lanjut.

"Kapolda (Banten) ada di TKP. Saat ini sedang diperiksa dulu," kata dia.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan rilis yang diperoleh TribunPalu.com dari Polres Pandeglang berikut kronologi kejadiannya.

Pada Hari Kamis Tanggal 10 Oktober 2019 Sekitar Pukul 11.55 Wib Bertempat di depan Gerbang Lapangan Alun - alun Menes Ds. Purwaraja Kec. Menes Kab. Pandeglang Telah Terjadi Penyerangan / Penusukan Yang di Lakukan Oleh Kedua Tersangka Tersebut di atas Terhadap Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ), KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ), Sdr. H. FUAD. Adapun Kejadian Penusukan Tersebut secara Tiba-tiba langsung Menyerang / Menusuk kebagian Perut Jenderal TNI ( Purn ) DR. H. WIRANTO, SH., ( Menko Polhukam ) dengan Sajam Berupa Gunting Secara Membabi Buta sehingga mengakibatkan luka tusuk Pada KOMPOL DARIYANTO SH, MH ( Kapolsek Menes ) dibagian Punggung, Sdr. H. FUAD ( Dada Sebelah Kiri Atas ).

Pelaku sudah diamankan

Terkait penikaman tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pelaku sudah saat ini sudah ditangkap.

"Ya, untuk pelaku sudah diamankan. Kapolda ada di TKP saat ini sedang diperiksa dulu," kata Dedi ketika dikonfirmasi, Kamis.

Hingga saat ini belum diketahui identitas pelaku penusukan, atau motif penusukan.

BIN Sebut Pelaku Penusukan Wiranto Anggota JAD Bekasi

Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan mengatakan bahwa pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, SA alias Abu Rara adalah anggota dari JAD Bekasi.

"Bahwa dari dua pelaku ini kita sudah bisa mengidentifikasi bahwa pelaku adalah kelompok JAD Bekasi," ujar Kepala BIN Budi Gunawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019), dilansir dari tayangan di kanal Youtube Kompas TV.

Dari hasil deteksi BIN, Abu Rara mulanya bergabung dalam sel JAD Kediri.

Namun kemudian Abu Rara teridentifikasi pindah ke Bogor lantaran cerai sang istri.

"Kita tahu bahwa saudara Abu Rara ini dari sel JAD Kediri sudah kita deteksi sudah pindah ke Bogor," tuturnya.

"Kemudian karena cerai dengan istri pertama pindah ke Menes, difasilitasi oleh salah satu Abu Syamsuddin JAD dari Menes untuk tinggal," sambungnya.

"Beberapa kegiatan yang bersangkutan sudah dideteksi dan sudah dalam pengembangan," sambung BG.

Budi Gunawan menuturkan bahwa pihaknya dari awal telah mendeteksi kegiatan yang akan dilakukan JAD.

"Dari awal kita sudah mendeteksi bahwa dari kelompok-kelompok JAD juga ingin membuat instabilitas dengan melakukan amaliyah, termasuk Abu Rara,"

(TribunPalu.com)

Penulis: Lita Andari Susanti
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved