Terkini Daerah

Polres Cianjur Bongkar Jaringan Prostitusi 'Ladyboy' untuk Kalangan WNA

Lima orang dijadikan tersangka, masing-masing JM (26), JNH (25) dan tiga orang perempuan yang berperan sebagai ‘mamih’, yakni NM(21), DA(28) dan H(38)

Polres Cianjur Bongkar Jaringan Prostitusi 'Ladyboy' untuk Kalangan WNA
Ferri Amiril Mukminin/Tribun Jabar
Jaringan prostitusi internasional di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur berhasil dibongkar dan diungkap oleh jajaran Polres Cianjur. 

TRIBUNPALU.COM - Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, mengungkap jaringan prostitusi yang menjajakan ladyboy atau waria di kawasan Puncak Cianjur, Jawa Barat.

Lima orang dijadikan tersangka, masing-masing JM (26), JNH (25) dan tiga orang perempuan yang berperan sebagai ‘mamih’, yakni NM (21), DA (28) dan H (38).

Mereka berperan sebagai mucikari yang menjajakan PSK yang juga turut diamankan berjumlah delapan orang.

Tiga di antaranya pria sebagai ladyboy atau waria.

Viral Rumah Warga Hancur Dihantam Batu 200 Ton di Purwakarta, Perusahaan Tambang jadi Biang Keladi

Lari Saat Akan Ditangkap Polisi, Pria Asal Tojo Una-Una Terpaksa Ditembak Polres Banggai di Betis

Dari tangan para tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya uang pecahan Rp 100.000 dengan total Rp 3,1 juta dan sebuah mobil yang digunakan para tersangka untuk menjajakan PSK.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan, jaringan prostitusi ini menawarkan layanan seksual kepada wisatawan dan pengunjung di kawasan Vila Kota Bunga, termasuk kepada turis mancanegara.

"Modus jaringan ini dengan cara berkeliling di kawasan vila menggunakan mobil, menawarkan ke tamu-tamu jasa layanan seksual,” kata Juang, kepada wartawan di Mapolres Cianjur, Rabu (9/10/2019).

Jaringan ini, sebut Juang, membanderol harga per jam untuk setiap layanan seksual yang ditawarkan, mulai kisaran Rp 300.000-500.000.

Jalan Susah Diakses, Satgas TMMD di Parimo Pikul Bahan Bangunan Pakai Karung

"Namun, ada juga yang dibooking seharian untuk menemani para tamu,” ucap dia.

Juang menyebutkan, pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan adanya aktivitas ‘esek-esek’ tersebut.

“Ini untuk menjawab permintaan masyarakat agar kawasan tersebut dikembalikan sebagai tempat wisata dan tidak disalahgunakan sebagai lokasi transaksi prostitusi,” ungkap dia.

Para tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda sebanyak-banyaknya Rp 600 juta.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Ungkap Jaringan Prostitusi yang Jajakan "Ladyboy"", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved