Profil Singkat Emil Salim, Profesor yang Dibentak dan Ditunjuk-tunjuk Arteria Dahlan di Mata Najwa

Emil Salim adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF).

Profil Singkat Emil Salim, Profesor yang Dibentak dan Ditunjuk-tunjuk Arteria Dahlan di Mata Najwa
ISTIMEWA via Tribunnewswiki.com
Emil Salim. 

TRIBUNPALU.COM - Prof. Dr. Emil Salim adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia.

Emil juga merupakan salah seorang di antara sedikit tokoh Indonesia yang memiliki peran dalam ranah internasional.

Ia adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia.

Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation.

Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah organisasi non-pemerintah (bahasa Inggris: Non-Government Organisation) yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

Viral Rumah Warga Hancur Dihantam Batu 200 Ton di Purwakarta, Perusahaan Tambang jadi Biang Keladi

Tanggapi Laudya Cynthia Bella yang Marah dan Blokir Nomornya, Raffi Ahmad: Ngapain Minta Maaf?

Pendidikan

Emil Salim lahir di Lahat, Sumatera Selatan, 8 Juni 1930. Ia mengenyam pendidikan di Frobel School selama setahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Setelah itu, ia melanjutkan ke sekolah Belanda Europesche Lagere School (ELS) selama 4 tahun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sedangkan 2 tahun berikutnya ia lanjutkan di ELS di tempat kelahirannya.

Setelah Jepang masuk ke Indonesia, pada 1942-1944, pendidikannya pun berlanjut di Dai Ichi Syo-Gakko, Palembang.



Emil Salim
Emil Salim (ISTIMEWA via Tribunnewswiki.com)

Pada tahun 1945 setelah Indonesia merdeka, Emil Salim masih terus melanjutkan studinya hingga ia kuliah di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI).

Lulus dari UI, Emil Salim pun hijrah ke Negeri Paman Sam untuk melanjutkan program S2 dan S3 di Ilmu Ekonomi, University of California, Berkeley.

Ia lulus dengan gelar Master of Arts dan Doctor of Philosophy pada tahun 1964.

Karier

Setelah ia menyelesaikan studinya di Amerika, pada tahun 1966 ia menjadi anggota Tim Penasihat Ekonomi Presiden.

Lalu, di tahun berikutnya ia bergabung sebagai anggota Tim Penasihat Menteri Tenaga Kerja dan anggota Tim Teknis Badan Stabilitas Ekonomi.

Kemudian pada 1968, Emil Salim juga dipercaya sebagai Deputi Ketua Bappenas.

Ia dikenal sebagai ahli ekonomi pembangunan.

Setelah itu, kariernya dari menteri ke menteri selama 22 tahun.



Emil Salim
Emil Salim (ISTIMEWA via Tribunnewswiki.com)

Mulai dari Menteri Negara Penyempurnaan dan Pembersihan Aparatur Negara, Menteri Perhubungan, Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, hingga dua periode menjadi Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup.

Jabatan terakhirnya di Kabinet Soehato adalah Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada tahun 1993.

Setelah rezim Soeharto tumbang pada tahun 1998, bukanlah akhir kariernya di istana.

Pada tahun 1999, ia kembali dekat dengan istana. Ia ditunjuk menjadi Ketua Dewan Ekonomi Nasional oleh rezim baru Presiden Abdurrahman Wahid.

Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ia menjabat yang sama.

Bahkan periode berikutnya, ia menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden hingga 2014.

Penghargaan

- The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund –WWF (2012).
- Zayed International Prize for the Environment dari Uni Emirat Arab (2006).
- Blue Planet Prize ke-15 dari Yayasan Asahi Glass, Jepang (2006).
- J Paul Getty Wildlife Concervation Prize (1990) Doctor Honoris Causa dari University Kebangsaan Malaysia (1996).
- Bintang Mahaputera Adipradana (1973). (3)

Karya Cipta

- Collection of Writings (1969-1971)
- Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi (2010)
- 70 Tahun Emil Salim: Revolusi Berhenti Hari Minggu (2000)
- Kembali ke Jalan Lurus (kumpulan esai 1966-1999)
- Lingkungan Hidup dan Pembangunan (1981)

- Masalah Pembangunan Ekonomi Indonesia (1976)
- Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan (1974)

Info Pribadi     

Nama Lengkap: Emil Salim

Lahir: 8 Juni 1930, Sumatra Selatan, Hindia Belanda

Kebangsaan: Indonesia

Pasangan: Roosminnie Roza

Anak: Roosdinal Salim, Amelia Farina Salim

Almamater: Universitas Indonesia, University of California

Profesi: Politisi, Dosen, Ahli Ekonomi

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Emil Salim

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved