Personel TNI Dicopot Akibat Unggahan Istri Soal Wiranto, Bagaimana Harusnya Posisi TNI Soal Politik?

Tiga personel TNI harus mendapatkan sanksi akibat para istri yang mengunggah komentar tidak pantas terkait kasus penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Personel TNI Dicopot Akibat Unggahan Istri Soal Wiranto, Bagaimana Harusnya Posisi TNI Soal Politik?
KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado
Kepala Staf TNI AD Jenderal Andika Perkasa. 

TRIBUNPALU.COM - Akibat para istri mengunggah komentar tidak pantas terkait kasus penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, tiga personel TNI harus mendapatkan sanksi hukuman.

Pertama, seorang anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya, Peltu YNS, terpaksa dijatuhi sanksi.

Istri Peltu YNS yang berinisial FS, dianggap telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara.

FS telah mengunggah komentar mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian terhadap Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam pada Kamis (10/10/2019) lalu di media sosial (Facebook).

Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya, Peltu YNS, dikenakan sanksi.

Peltu YNS mendapat sanksi berupa teguran keras, dicopot dari jabatan, dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau karena melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara itu sang istri, FS, dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal penyebaran kebencian dan berita bohong.

Dilaporkan ke Polisi Terkait Unggahan Soal Wiranto, Seperti Apa Kicauan Hanum Rais?

Mengenal KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa yang Tegas Copot Dandim Kendari Terkait Unggahan Istri

Istri Komentari Penusukan Wiranto, 2 Perwira TNI Ditahan dan Dicopot dari Jabatan

Tak hanya anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya Peltu YNS, dua personel TNI AD juga mendapat sanksi hukum dan pencopotan jabatan akibat kasus yang serupa.

Dua personel TNI AD tersebut adalah Kolonel HS yang menjabat sebagai Kodim Kendari dan Sersan Dua Z.

Keduanya dijatuhi sanksi lantaran istri mereka mengunggah komentar negatif dan fitnah terhadap kasus penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Halaman
123
Penulis: Rizkianingtyas Tiarasari
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved