Rangkaian HUT TNI di Palu, Ratusan Warga Ikuti Doa Bersama di Makorem 132/Tadulako

Ratusan warga, personel TNI dan Polri memadati lokasi doa bersama di lapangan Markas Komando Resor Militer (Makorem) 132/Tadulako, di Kota Palu, Jumat

Rangkaian HUT TNI di Palu, Ratusan Warga Ikuti Doa Bersama di Makorem 132/Tadulako
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Doa bersama di Makorem Tadulako 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ratusan warga, personel TNI dan Polri memadati lokasi doa bersama di lapangan Markas Komando Resor Militer (Makorem) 132/Tadulako, di Kota Palu, Jumat (11/10/2019) sore.

Doa bersama itu masih merupakan rangkaian hari ulang tahun ke-74 TNI di Kota Palu.

Selain warga dan TNI-Polri, akademisi, tokoh agama, perwakilan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua DPRD Sulteng Nilam Sari Lawira serta mahasiswa, juga turut menghadiri doa bersama yang berlangsung khidmat itu.

Ketua MUI Kota Palu sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu, Prof Zainal Abidin, juga hadir dan memberikan ceramah singkat.

Dalam kesempatan itu, Komandan Resor Militer 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita, mengajak komponen masyarakat agar menjaga bangsa dan negara Indonesia yang sudah berdiri sejak 74 tahun yang lalu.

Menurutnya, semua pihak harus selalu memahami semua golongan kelompok sehingga berdirilah bangsa Indonesia.

Maka dari itu Danrem Agus Sasmita mengajak untuk menjaga kesatuan bangsa.

"Seperti beberapa hari terakhir negara ini telah terjadi kejadian, tapi kita harus selalu meningkatkan kebersamaan,” kata Danrem Agus Sasmita.

Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kota Palu dan sekitarnya serta masyarakat Sulteng pada umumnya.

“Negera Republik Indonesia. Tanah Tumpah Darah, dimana nanti kami akan menutup mata selama-lamanya. Tanah yang akan kita berikan ke anak cucu kita,” ungkap Agus Sasmita.

Sementara itu, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Lukman Wahyu Haryanto mengungkapkan, kebangsaan merupakan keinginan kuat untuk bersatu dalam sebuah negara dan berbagai perbedaan.

Yakni negara yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Kapolda Lukman, perbedaan memiliki potensi konflik untuk terpecah belah.

"Namun, sebaliknya perberdaan yang dilandasi keinginan yang kuat akan menjadi sebuah mozaik indah yang sangat kuat Inilah yang disebut Indonesia,” kata Lukman.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved