Terkini Daerah

Marak Makelar Ambulans di Bandung Peras Keluarga Korban Minta Ongkos Rp500 Ribu Pakai Kuitansi Palsu

Begini modus makelar ambulans yang marak terjadi di Bandung; mengaku relawan, pepet keluarga korban, peras korban dengan Rp500 ribu per 3 kilometer.

Marak Makelar Ambulans di Bandung Peras Keluarga Korban Minta Ongkos Rp500 Ribu Pakai Kuitansi Palsu
Tribunnews.com
Ilustrasi mobil ambulans. Begini modus makelar ambulans yang marak terjadi di Bandung; mengaku relawan, pepet keluarga korban, peras korban dengan Rp500 ribu per 3 kilometer. 

TRIBUNPALU.COM - Marak makelar ambulans menawarkan jasa ambulans dengan ongkos selangit ramai dibicarakan warga Bandung.

Awal Oktober 2019, makelar ambulans ini memepet keluarga korban kecelakaan lalu lintas dengan menyodorkan selembar kuitansi yang sudah tertera angka Rp 500 ribu.

Padahal, setengah jam sebelumnya, keluarga korban sudah membayar uang pengurusan jenazah untuk biaya forensik dan pemulasaraan jenazah kurang lebih Rp 2,3 juta.

Dengan biaya jutaan itu, keluarga korban tak menaruh curiga karena kuitansinya dalam bentuk cetakan komputer dan pembayarannya dilakukan di kasir resmi rumah sakit.

Namun, mengenai kuitansi susulan Rp 500 ribu, keluarga agak heran mengapa masih ada pungutan biaya tambahan di luar kuitansi resmi.

Besaran jumlah uang di kuitansi tersebut tertera untuk uang ganti jasa pengangkutan jenazah dari lokasi kecelakaan di Jalan Surya Sumantri ke rumah sakit berpelat merah tersebut, yang hanya berjarak 3,5 kilometer.

Tak hanya itu, stempel di kuitansi tersebut bukan stempel resmi rumah sakit, tapi stempel berlogo Koordinator Ambulans Bandung.

Padahal, jenazah dibawa dari lokasi kejadian ke kamar jenazah diangkut oleh ambulans milik rumah sakit pemerintah tersebut.

6 Fakta Kecelakaan Ambulans Pengantar Jenazah Tabrak Truk di Tegal, Kronologi hingga Jumlah Korban

Ternyata, keluarga korban kecelakaan berhadapan dengan makelar ambulans di Bandung.

Saat itu, keluarga tak berpikir panjang dan langsung membayar biaya tersebut karena ingin segera membawa pulang jenazah ke rumah duka.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved