Akademisi Fakultas Kehutanan Untad Kembangkan Pola Agroforestri Bantu Korban Banjir di Sigi

Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri untuk bantu korban banjir di Kabupaten Sigi

Akademisi Fakultas Kehutanan Untad Kembangkan Pola Agroforestri Bantu Korban Banjir di Sigi
DOK PKM FAKULTAS KEHUTANAN UNTAD
Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri bantu korban banjor di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri untuk bantu korban banjir di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Agroforesti merupakan sistem penggunaan lahan dalam bentuk usaha tani, yang mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan.

Usaha tani dan pengembangan sumber daya kehutanan oleh akademisi Fakultas Kehutanan Untad itu dipusatkan di Desa Omu, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.

Pengembang pola agroforestri untuk membantu warga pesisir sungai dan hutan itu, merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri bantu korban banjor di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri bantu korban banjor di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (DOK PKM FAKULTAS KEHUTANAN UNTAD)

Ketua PKM, Andi Sahri Alam mengatakan, program tersebut sudah berlangsung selama enam bulan terhitung mulai dari April 2019.

Dosen di Fahutan Untad berharap nantinya program itu akan terus berkesinambungan.

Pengembangan pola agroforestri itu melibatkan mahasiswa kehutanan untuk magang, hingga meneliti untuk mengawasi perkembangan program tersebut.

Desa Omu dipilih, karena jadi satu desa yang terdampak banjir paling parah.

Selain itu, SDM Desa Omu juga memerlukan peningkatan pengetahuan, serta sistem ekologinya perlu penanganan intens karena dialiri oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Miu.

Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri bantu korban banjor di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako mengembangkan pola agroforestri bantu korban banjor di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (DOK PKM FAKULTAS KEHUTANAN UNTAD)

“Transfer ilmu ada disitu, inovasi yang dilakukan oleh dosen kepada masyarakat, dilaksanakan kegiatan peningkatan kualitas lahan melalui sejumlah inovasi yang sudah dijalankan khususnya menyentuh sektor ekologi,” jelas Andi, sapaannya, Jumat (18/10/2019) siang.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved