Palu Hari Ini

Drainase Huntara Tondo Bermasalah, Air Limbah Menggenang dan Mengeluarkan Bau Busuk

Drainase hunian sementara di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, kota Palu, bermasalah.

Drainase Huntara Tondo Bermasalah, Air Limbah Menggenang dan Mengeluarkan Bau Busuk
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Genangan air limbah di lingkungan hunian sementara di Lapangan Kompas Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (19/10/2019) sore 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Drainase hunian sementara di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, kota Palu, bermasalah.

Tepatnya huntara yang berdiri dan dibangun di atas Lapangan Kompas Kelurahan Tondo.

Akibatnya, air limbah rumah tangga penyintas menggenang di satu titik.

Hingga Sabtu (19/10/2019) sore, genangan limbah yang berlangsung sejak 3 bulan terkahir itu mengeluarkan bau busuk.

Genangan air limbah di lingkungan hunian sementara di Lapangan Kompas Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (19/10/2019) sore
Genangan air limbah di lingkungan hunian sementara di Lapangan Kompas Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (19/10/2019) sore (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Mimin, seorang penghuni huntara mengatakan, jaringan drainase yang bermasalah itu akibat tempat penampungan air limbah yang penuh.

Tempat penampungan itu tidak pernah dikuras dan tidak disambungkan ke jaringan drainase penduduk sekitar lokasi pengungsian huntara.

Hasilnya kata Mimin, air limbah menggenang di titik penampungan aur limbang bak kolam.

"Babau sekali, siang malam, kalau buka pintu huntara baunya tidak enak sekali," kata Mimin.

Genangan air limbah di lingkungan hunian sementara di Lapangan Kompas Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (19/10/2019) sore
Genangan air limbah di lingkungan hunian sementara di Lapangan Kompas Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (19/10/2019) sore (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Anti, penghuni lainya menambahkan, akibat genangan air limbah itu, nyamuk di sekitar huntara yang mereka tempati jadi lebih banyak.

"Banyak nyamuk, sudah pernah anak saya sakit," jelas Anti.

Di huntara Lapangan Kompas Kelurahan Tondo itu tinggal sebanyak 120 kepala keluarga.

Mereka merupakan korban gempa bumi dan tsunami di pesisir pantai Kelurahan Tondo pada 28 September 2018.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved