Palu Hari Ini

Tujuh Jasad Korban Likuefaksi Kelurahan Balaroa Kembali Ditemukan oleh Pencari Besi

7 korban yang tinggal tulang-belulang dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, Rabu (30/10/2019).

Tujuh Jasad Korban Likuefaksi Kelurahan Balaroa Kembali Ditemukan oleh Pencari Besi
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Sebanyak tujuh jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, kembali ditemukan warga.

Ketujuh korban yang tinggal tulang-belulang itu dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, Rabu (30/10/2019) siang.

Penemuan kembali korban likuefaksi Balaroa itu terjadi setelah warga pencari besi menggali lubang dan menemukan sebuah kerangka mobil pikap warna hitam.

Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang.
Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang.
Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang.
Proses evakuasi jasad korban gempa bumi dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (30/10/2019) siang. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Saat sedang memotong besi bekas, warga pencari besi itu kemudian melihat sejumlah tulang tengkorak manusia, yang berjumlah enam orang.

Mengetahui hal itu, warga sekitar pun bahu-membahu mengangkat para korban itu atas tanah dan menghubungi pihak kelurahan dan kepolisian setempat.

Selain itu, di titik berbeda, warga pencari besi juga kembali menemukan satu kerangka mayat manusia.

Pasca-dievakusi, dari tujuh jasad korban yang ditemukan, dua di antaranya sudah dijemput oleh keluarganya.

Yakin Masih Ada Mayat Tertimbun di Area Eks Likuefaksi Warga Balaroa Pasang Bendera untuk Penanda

Kehilangan Istri dan Anak saat Bencana, Lisman Datangi Lokasi Likuefaksi Petobo Hampir Setiap Hari

Mengenang 1 Tahun Bencana Alam Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi di Wilayah Palu dan Sekitarnya

"Saya kenali istri dan anak saya dari helm yang mereka gunakan, dan ada kartu identitas anak saya di saku pakaian yang bersama tengkorak," jelas Rustam, keluarga korban yang ditemukan.

Rustam bersama keluarga hanya bisa membawa pulang tengkorak istri dan anak perempuannya, karena tulang bagian tubuh lainnya sudah bercampur dengan tulang korban lainnya.

"Sudah kami kuburan di pemakaman Desa Tinggede," kata Rustam.

Halaman
12
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved