Breaking News:

Terkini Daerah

Warga di Seram Barat Bangun Rumah di Pegunungan Lantaran Khawatir Adanya Tsunami

Warga Dusun Waitasi, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, saat ini mulai membangun rumah di kawasan pegunungan karena khawatir tsunami.

KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY
Anak-anak pengungsi korban gempa di Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, belajar di tenda darurat di lokasi pengungsian, Jumat (18/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Warga Dusun Waitasi, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, saat ini mulai membangun rumah di kawasan pegunungan di desa tersebut.

Hal itu dilakukan pasca gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Warga memilih membangun rumah di kawasan perbukitan yang jauh dari perkampungan, karena warga terus dihantui kabar akan adanya gempa besar disertai tsunami di wilayah tersebut.

“Warga di sini banyak sudah yang membangun rumah seadanya di gunung,” kata Yati salah seorang warga Dusun Waitasi kepada Kompas.com, Rabu (30/10/2019).

3 Cara Mitigasi Tsunami yang Bisa Dilakukan Masyarakat, Termasuk Adopsi Kearifan Lokal

Satu Tahun Pascabencana Tsunami, Komunitas Peduli Sesama Palu 90 Ajak Pemuda Palu Tanam Mangrove

Dia menjelaskan, hingga saat ini warga terus mengungsikan barang-barang berharga, termasuk barang-barang dapur ke lokasi pengungsian.

Warga berbondong-bondong membawa barang-barangnya ke gunung dan membuat rumah di perbukitan.

Warga merasa khawatir terjadi bencana gempa yang jauh lebih besar lagi.

“Di kampung ini semua masih mengungsi sampai saat ini. Mereka hanya datang untuk mengambil barang-barang dan setelah itu naik lagi ke gunung, katanya bulan November ini bertepatan bencana tsunami di Pulau Seram dulu,” kata Yati.

Warga lainnya, Abu Tamnge bersama sejumlah warga memilih mengungsi dan membuat rumah di pegunungan.

Menurut Abu, mereka mendapat informasi bahwa patahan baru di Kairatu itu bisa memicu bencana yang lebih besar.

Selain itu, semua warga memilih mengungsi meninggalkan kampung tersebut, karena patahan baru yang ditemukan di Kairatu itu berada tepat di depan pantai dusun tersebut.

“Apalagi jaraknya sangat dekat dengan kampung kita. Waktu kejadian gempa pertama saja jaraknya hanya sekitar 400 meter dari kampung dan sampai saat ini juga kita masih terus merasakan gempa susulan,” kata Abu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Khawatir Tsunami, Warga di Seram Barat Bangun Rumah di Pegunungan", 

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved