Sulteng Hari Ini

3.000 Liter Minyak Tanah Tanpa Izin Tujuan Banggai Diamankan Polisi

150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

3.000 Liter Minyak Tanah Tanpa Izin Tujuan Banggai Diamankan Polisi
Dok. Polda Sulteng
Sebanyak 150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI -- Sebanyak 150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Ribuan liter minyak tanah tanpa izin itu diamankan saat petugas Ditpolairud Polda Sulteng sedang melakukan patroli di perairan laut Kabupaten Banggai Kepulauan, pada Minggu (27/10/2019) lalu.

Ditpolairud wilayah Banggai Laut telah menangkap Kapal PLM Dunia Baru.

"Yang diduga membawa, memiliki, menguasai bahan bakar minyak jenis minyak tanah subsidi yang tidak dilengkapi dengan ijin pengangkutan BBM sebanyak 150 jerigen," jelas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, Jumat (1/11/2019) siang.

Sebanyak 150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.
Sebanyak 150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. (Dok. Polda Sulteng)
Sebanyak 150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.
Sebanyak 150 jeriken berkapasitas total 3.000 liter minyak tanah tanpa izin berhasil diamankan petugas Ditpolairud Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. (Dok. Polda Sulteng)

18 Penyintas di Pengungsian Balaroa jadi Korban Penipuan Sembako Murah

Pererat Silaturahmi, IKPTK Sulteng Gelar Gubernur Cup, Wakil Gubernur Sulteng Rusli Baco Buka Event

Rocky Gerung Prediksi Prabowo Subianto Bakal Jadi Menteri Pertama yang Di-reshuffle, Apa Alasannya?

Menkeu Sri Mulyani Indrawati Lantik Suryo Utomo Jadi Dirjen Pajak Baru

Polisi mengamankan seorang tersangka berinisial L (48), yang merupakan nakhoda kapal yang diamankan polisi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ribuan liter minyak tanah tanpa izin itu diangkut dari wilayah Ambon, Provinsi Maluku  menuju Desa Luk Sagu di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

"Diangkut dengan menggunakan Kapal PLM Dunia Baru," kata Didik.

Tim mengamankan terduga tersangka, dan dua orang lainnya yang masih berstatus saksi berikut barang bukti dan dibawa ke kantor Ditpolairud Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Terhadap tersangka, kata Didik, dijerat dengan pasal 53 huruf b dan/atau pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dengan penjelasan bahwa 'setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah dan/atau setiap orang yang melakukan pengangkutan bahan bakar minyak tanpa dilengkapi dengan izin usaha pengangkutan, dan tindak pidana di bidang pelayaran yaitu nakhoda yang berlayar tanpa memiliki surat persetujuan berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar sebagaimana di maksud dalam pasal 323 ayat 1 UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, ancaman hukuman 6 tahun penjara.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved