Terkini Daerah

Bendahara Pokmas Mataram Gelapkan Dana Bantuan Gempa Lombok Rp 400 Juta untuk Berjudi

pelaku menggunakan uang hak korban gempa untuk berjudi online serta memenuhi kebutuhan pribadinya.

Bendahara Pokmas Mataram Gelapkan Dana Bantuan Gempa Lombok Rp 400 Juta untuk Berjudi
spotmenow.com.au
Ilustrasi mengambil uang 

TRIBUNPALU.COM - Unit Tipikor Polres Mataram menangkap Indrianto (26), pelaku penggelapan dana pembangunan rumah gempa di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, sebesar 410 juta, Jumat (25/10/2019).

Kabag Humas Polres Mataram AKP Hari Priyono, Jumat (1/11/2019), dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, pelaku penggelapan uang bantuan gempa merupakan bendahara Pokmas.

Kasus penggelapan uang oleh pelaku diketahui polisi setelah mendapat laporan dari masyarakat.

“Dari hasil penyelidikan bahwa tim mendapatkan informasi dari masyarakat, telah terjadi penggelapan dana untuk bantuan rumah rusak yang dilakukan bendahara Pokmas,” terang jelas.

Warga Asal Sumedang Kaget saat Terima Paket Misterius dari Anaknya yang Telah Hilang 5 Bulan

Deretan Fakta Tentang Alfin Lestaluhu, Korban Gempa Ambon hingga Penyebab Kematian

Diterangkan, pelaku menggunakan uang hak korban gempa untuk berjudi online serta memenuhi kebutuhan pribadinya.

“Di mana uang tersebut seharusnya digunakan untuk biaya pembangunan rumah yang terdampak gempa, namun uang keseluruhan dari pencairan ketiga untuk 20 kepala keluarga tidak diberikan, dan yang uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi dan judi online,” kata Hari

Akibat perbuatannya, Indiranto diancam pidana penjara minimal 3 tahun dan dan maksimal 15 tahun serta denda maksimal RP 750 juta karena melanggar UU nomor 20 tahun 2001.

Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan barang bukri satu buah buku tabungan BCA berisi transaksi keuangan, dan dua lembar rekening tahapan BCA.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bendahara Pokmas Gelapkan Dana Gempa Rp 400 Juta untuk Judi "Online""

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved