Jadi Menteri Pertahanan, Prabowo Diminta Kumpulkan Penceramah yang Gunakan Narasi Radikal

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, penunjukan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sudah tepat.

Jadi Menteri Pertahanan, Prabowo Diminta Kumpulkan Penceramah yang Gunakan Narasi Radikal
Instagram/prabowo
Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. 

TRIBUNPALU.COM - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, penunjukan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sudah tepat.

Boni juga berpandangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak sedang bagi-bagi 'kue' kursi menteri kepada Prabowo.

Melainkan, kapasitas Prabowo sebagai tokoh nasionalis dan paham soal pertahanan negara.

Hal itu disampaikan Boni saat diskusi bertajuk 'Radikalisme atau Manipulasi Agama?' di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Rocky Gerung Prediksi Prabowo Subianto Bakal Jadi Menteri Pertama yang Di-reshuffle, Apa Alasannya?

Bantah Klaim Dahnil Anzar, Prabowo Tegaskan Dirinya Tetap Terima Gaji, Rumah, dan Mobil Dinas

"Pak Jokowi tidak sedang bagi-bagi kue. Pengangkatan Pak Prabowo, beliau mempunyai kapabilitas tentang militer dan kita berharap infrastruktur pertahanan akan semakin baik," ucap Boni Hargens.

Boni juga berharap, penunjukan Prabowo merupakan bagian dari upaya Presiden Jokowi untuk meningkatkan alusista.

Terlebih sebagai Mantan Danjen Kopassus, Prabowo bisa meningkatkan kesejahteraan prajurit.

Selain itu, Boni juga menyoroti soal pekerjaan rumah yang harus di lakukan Prabowo, yakni memberantas radikalisme di Indonesia.

Peserta CPNS 2019 Bisa Gunakan Nilai SKD Tahun Sebelumnya, Ini Ketentuannya

"Menteri pertahanan harus mampu mengumpulkan semua penceramah agama yang pada pemilu kemarin memakai narasi-narasi radikal. Mengumpulkan mereka yang memakai politik identitas sebagai alat kampanye," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menhan Prabowo Diminta Kumpulkan Penceramah Yang Gunakan Narasi Radikal

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved