Teror Panah Besi Resahkan Warga Gorontalo, Korbannya Tak Pandang Bulu

Warga Gorontalo sejak beberapa pekan resah akibat sering terjadinya kasus penganiayaan oleh orang tidak bertanggung jawab dengan melepas panah besi

glaciermedia.ca
Ilustrasi kasus kriminal. 

"Saya sudah instruksikan kepada Kapolres Kota Gorontalo untuk segera mengungkap para pelaku panah wayer dan tindak tegas sesuai aturan," kata Irjen Rachmad Fudhail, Rabu (6/11/2019).

Perintah penindakan pelaku terror panah wayer oleh Kapolda ini langsung direspon Kapolres Kota Gorontalo, AKBP Desmont Harjendro AP.

"Saya sudah arahkan seluruh perwira termasuk para Kapolsek agar atensi terhadap kasus panah wayer ini," ujar AKBP Desmont Harjendro AP yang baru menjabat Kapolres Kota Gorontalo 5 hari lalu.

Pelaku masih di bawah umur

"Saya perintahkan kepada mereka untuk menggelar patroli setiap malam agar kejadian ini tidak terus berulang dan silakan ajak media untuk bisa meliput kegiatannya." 

AKBP Desmont Harjendro AP berjanji akan menindak tegas para pelaku panah wayer ini.

Di Polda Gorontalo, Kepala Bidang Humas, AKBP Wahyu Tri Cahyono mengajak masyarakat untuk membantu aparat kepolisian mencegah serangan panah wayer kembali terjadi.

"Beberapa waktu lalu, Polres berhasil menangkap beberapa anak di bawah umur yang diduga terlibat dalam peristiwa panah wayer yang rata-rata usia mereka adalah 16 tahun,” kata AKBP Wahyu Tri Cahyono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Panah Wayer Resahkan Warga Gorontalo, Korbannya Tak Pandang Bulu"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved