Palu Hari Ini

Yayasan Sikola Mombine Dorong Kebijakan Responsif Gender Pada Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana

Perempuan pemimpin dari Yayasan Sikola Mombine mendorong rekomendasi responsif gender dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana.

Yayasan Sikola Mombine Dorong Kebijakan Responsif Gender Pada Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Diskusi reguler yang dilaksanakan Yayasan Sikola Mombine dengan perempuan pemimpin, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Perempuan pemimpin dari Yayasan Sikola Mombine mendorong rekomendasi responsif gender dalam proses rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana di Sulawesi Tengah.

Hal itu disampaikan pada diskusi reguler yang dilaksanakan Yayasan Sikola Mombine bersama dengan mitra tata kelola pemerintahan di Kota Palu.

Setidaknya ada sebanyak 25 orang perempuan pemimpin dari Desa Lolu dan Desa Beka di Kabupaten Sigi, dan Kelurahan Mamboro serta Kelurahan Buluri di Kota Palu.

Dalam diskusi itu, Program Manager Nur Safitri Lasibani, mempresentasikan peran perempuan pemimpin dalam mendorong kebijakan yang responsif gender dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tidak hanya itu, Nur sapaannya, juga menyampaikan bagaimana mengidentifikasi fakta dan situasi perempuan pascabencana.

"Serta merefleksikan perubahan di komunitas yang telah dilakukan oleh 25 perempuan pemimpin itu di daerah masing-masing," jelas Nur, Senin (11/11/2019).

Gempa Tektonik Magnitudo 4,3 SR Guncang Luwuk, Dirasakan Sampai di Palu

Setelah itu, Direktur Yayasan Sikola Mombine Ibu Risnawati mengarahkan perempuan pemimpin untuk menguraikan permasalahan yang ada di hunian sementara, serta memetakan mana pokok masalah yang strategis dan praktis.

Kemudian, mereka menuliskan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dalam penyusunan policy brief sebagai sebuah dokumen yang menguraikan alternatif kebijakan khusus.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan masukkan bagi pemerintah setempat dalam menginisiasi kebijakan yang lebih efektif bagi para penyintas.

“Kami meminta pemerintah Kabupaten Sigi turun langsung untuk meninjau ke Desa Beka, karena ada 20 anak yang kekurangan gizi, demikian juga dengan jaminan hidup yang sampai saat ini belum terealisasikan di desa Beka,“ ujar Lies salah satu vocal point di huntara Desa Beka.

Halaman
123
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved