Sulteng Hari Ini

Edarkan Sabu, IRT Bersama Seorang Teman Prianya Digerebek Polisi

IRT di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah digerebek bersama temannya di kediamannya karena terbukti menjual sabu-sabu.

TribunPalu.com/Haqir Muhakir
IRT di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang digerebek bersama temannya dibawa ke Mapolres Sigi, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNPALU.COM, SIGI -- Ibu rumah tangga (IRT) di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah digerebek bersama temannya di kediamannya karena terbukti menjual narkoba jenis sabu-sabu.

Tersangka berinisial Z (39) ditangkap Sat Resnarkoba Polres Sigi di kediamannya di Desa Pakuli pada 6 November 2019 lalu.

Saat penangkapan di rumahnya ada seorang pria bernama (FA), yang juga warga Desa Pakuli.

Awalnya pria tersebut mengaku bahwa kedatangannya ddi kediaman Z untuk membayar hutang.

Namun setelah digeledah ternyata FA juga memiliki narkoba jenis sabu.

"Namun setelah digeledah memiliki narkoba jenis sabu sehingga keduanya diamankan," jelas Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka, Selasa (12/11/2019).

Ketahuan Jual Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Sigi Susul Suami Masuk Penjara

Saat penangkapan lanjut Kapolres Andi, suami Z langsung melarikan diri, namun Z tidak mengakui adanya keterlibatan sang suami.

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka Z, disita barang bukti 10 paket yang diduga sabu dengan berat 2,46 gram, 2 buah alat hisap sabu alias Bong, satu buah timbangan digital dan uang tunai Rp1.165.000.

Dari hasil pemeriksaan, narkoba yang dimiliki tersangka FA, juga ternyata untuk dijual kembali.

Namun berbeda sumber dari yang dimiliki tersangka Z.

Pernyataan Polda Sulteng soal 2 Polisi Tertembak: Adanya Keteledoran dari Salah Satu Anggota

Dari tersangka FA disita barang bukti 2 paket sabu dengan berat 0,33 gram, 1 buah pireks dan 1 lembar plastik bening kosong.

Modus kedua pelaku membeli narkoba di daerah Palu yang kemudian dibagi menjadi paket-paket kecil dan dijual dengan harga Rp100.000 di wilayah Kecamatan Gumbasa, kabupaten Sigi.

"Jadi selain untuk berenang-senang, juga berharap mendapat untung dari hasil penjualan sabu," kata Kapolres Andi.

Pasal yang disangkakan 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar

Atau atau pasal 114 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved