Sulteng Hari Ini

Ketahuan Jual Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Sigi Susul Suami Masuk Penjara

Seorang ibu rumah tangga asal Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, nekat jadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Ketahuan Jual Sabu, Ibu Rumah Tangga Asal Sigi Susul Suami Masuk Penjara
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka, menanyai tersangka pengedar sabu asal Desa Sibowi, Selasa (12/11/2019). 

TRIBUNPALU.COM, SIGI -- Seorang ibu rumah tangga asal Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, nekat jadi pengedar narkoba jenis sabu-sabu.

Perempuan berinisial F (43) itu diamankan di Markas Kepolisian Resor (Polres) Sigi, Selasa (12/11/2019) siang.

Tersangka F diketahui memiliki anak, sementara suaminya ditahan di Polres dan sedang menjalani proses hukum.

"Tersangka F ini kita amankan di Desa Sibowi pada 9 November 2019 lalu," jelas Kapolres Sigi AKBP Andi Batara Purwacaraka.

Pernyataan Polda Sulteng soal 2 Polisi Tertembak: Adanya Keteledoran dari Salah Satu Anggota

Kapolres Andi mengatakan bahwa sebelum melakukan penangkapan, pihaknya telah memantau aktivitas jual beli narkoba jenis sabu-sabu di kediaman tersangka.

"Memang banyak orang datang ke rumah tersangka, setelah digeledah, ditemukan narkoba puluhan paket kecil," kata Kapolres Andi.

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka, disita barang bukti berupa 53 paket yang diduga sabu seberat 9,92 gram.

Serta sebanyak 346 plastik klip kosong, 4 buah sendok sabu dan uang tunai Rp500.000.

Lebih lanjut, Kapolres Andi menuturukan bahwa F membeli narkoba dari daerah Palu, kemudian dibagi menjadi paket-paket kecil dan dijual di wilayah Desa sibowi, Kecamatan Tanambulava.

"Berdasarkan keterangan pelaku, dirinya menjual sabu sabu untuk mendapatkan keuntungan, dia tidak pakai karena hasil tes urin negatif," terangnya.

Polda Sulteng Tegaskan Hanya Ada satu Senjata Api dalam Kejadian Dua Polisi Tertembak

Pasal yang disangkakan 112 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Atau atau pasal 114 ayat 1 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved