Palu Hari Ini

Penuhi Kebutuhan Hidup, Penyintas Jajakan Kopi di Lokasi Eks Tsunami Palu

Korban bencana gempa dan tsunami Palu, Djafar Djumadil (65) berjualan kopi di lokasi eks tsunami.

Penuhi Kebutuhan Hidup, Penyintas Jajakan Kopi di Lokasi Eks Tsunami Palu
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Djafar Djumadil, di warung kopinya yang berada di Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Lere, Rabu (13/11/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Setidaknya, sudah tiga bulan terakhir Djafar Djumadil (65) menghabiskan kesehariannya menjadi barista di warung kopi miliknya.

Djafar membangun warkop di lokasi eks tsunami bekas terminal ikan tepatnya di Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat.

Warkop sederhana tanpa nama itu dibangunnya dari rongsok kayu bekas material bangunan yang terkena tsunami di sekitar lokasi warungnya tersebut.

Djafar berharap pemerintah lebih memperhatikan terminal ikan yang tidak terurus itu.

Menurutnya, jika makin ramai maka otomatis makin besar potensi meraup keuntungan dari hasil warkop sederhana miliknya itu.

“Bangunan itu (terminal ikan) sudah lama tidak berfungsi," terangnya.

18 Penyintas di Pengungsian Balaroa jadi Korban Penipuan Sembako Murah

3 Bulan Penghuni Huntara di Mamboro Kesulitan Air Bersih, ACT Bantu Penuhi Kebutuhan Air Penyintas

Sebelum berjualan kopi, Djafar berprofesi sebagai kuli kasar bangunan proyek.

Pasca bencana dirinya sempat menganggur, mau mendaftar kerja jadi kuli kasar, tapi pemilik proyek menolaknya dengan alasan usia.

Alhasil saat ini Warkop sederhana tanpa nama itu jadi sumber pendapatan baru Djafar.

Keinginan kuat pria parubaya itu untuk menghidupi istri dan beberapa anaknya menjadi motivasinya untuk tetap melanjutkan usaha kecilnya tersebut.

Halaman
123
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved