Fahri Hamzah Kritik Erick Thohir: BUMN Harus Berbau Bisnis, Jangan Berbau Politik

Dilansir tayangan YouTube Mata Najwa,Fahri Hamzah memberikan komentar terkait pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

KOMPAS.com/Haryantipuspasari
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Mata Najwa episode 'Membaca Jokowi Jilid 2' yang tayang Rabu (20/11/2019) malam menjadi momen tepat satu bulan pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo.

Dilansir tayangan YouTube Mata Najwa,Fahri Hamzah memberikan komentar terkait pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara yang dipandu Najwa Shihab tersebut.

Fahri menyoroti gaya kepemimpinan Jokowi, yang dianalogikan sebuah imajinasi.

Menurut Wakil Ketua Partai Gelora ini, imajinasi pemerintahan Jokowi terbatas.

"Sebenarnya, imajinasi komplit itu bukan generasinya Soekarno, bukan imajinasinya generasi Soeharto."

"Tapi dia imajinasinya generasi baru yang imajinasinya terbatas," tuturnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI 2014 tersebut menuturkan Indonesia maju adalah soal kecepatan birokrasi dan pemenuhan target yang sudah dibuat.

"Yang disebut sebagai Indonesia Maju itu kecepatan birokrasi, dan memenuhi target - target yang sudah dia buat," katanya.

Wakil Ketum Partai Gelora itu mengatakan, Jokowi memerlukan operator dalam menjalankan pemerintahan.

"Dia memerlukan operator. Dulu sudah sering saya kritik," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved