Asosiasi FKUB Indonesia Sebut Sulteng Miliki Kualitas Kerukunan Antarumat Beragama

FKUB Indonesia sebut Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tinggi kualitas kerukunan antarumat beragama.

Asosiasi FKUB Indonesia Sebut Sulteng Miliki Kualitas Kerukunan Antarumat Beragama
DOK FKUB SULTENG
Ketua FKUB Sulteng Prof Dr KH Zainal Abidin (kanan), saat menyambut Ketum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra di Kota Palu, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia menyebutkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tinggi kualitas kerukunan antarumat beragama.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, saat berkunjung ke Kota Palu, Jumat (22/11/2019) malam.

"Adanya kekompakan, kebersamaan antara tokoh agama, FKUB, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, TNI dan Polri, mencerminkan suatu kerukunan," kata Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, sapaannya.

Nelayan Desa Surumana, Donggala yang Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Kenaikan Tipologi Polda Sulteng Disusul Kapolda Berpangkat Dua Bintang

Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, berpidato di hadapan ribuan tokoh agama, masyarakat, ormas dan organisasi kepemudaan di Sulawesi Tengah, Jumat malam.

Sebelum memberikan pidato, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, terlebih dahulu membuka rapat kerja FKUB Sulawesi Tengah tahun 2019.

Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet juga akan menjadi pembicara dalam seminar meningkatkan kualitas kerukunan antaragama, dan memimpin deklarasi tokoh lintas agama mewujudkan kerukunan di Sulteng secara khusus dan di Indonesia.

Ida Pangelingsir mengemukakan, kerukunan tidak bisa terwujud sendiri, jika tidak ada kepedulian dan semangat yang tinggi dari semua pihak.

Terutama para tokoh lintas agama, pemuda, masyarakat, adat, pemerintah, Polri dan TNI.

Olehnya kata dia, keterlibatan semua pihak dan semua komponen masyarakat sangat penting untuk mewujudkan kerukunan daerah dan nasional.

Meningkatnya kulitas kerukunan, lanjutnya, secara otomatis berdampak terhadap meningkatnya perdamaian.

Olehnya dia berharap, rapat kerja FKUB Sulawesi Tengah tahun 2019, harus menjadi perhatian dan kepentingan semua pihak untuk berpartisipasi meningkatkan kualitas perdamaian daerah dan nasional.

Ciptakan Kamtibnas, Polisi Gelar Razia Penumpang Kapal di Pelabuhan Pantoloan

Pemerintah Provinsi Klaim Penderita Stunting di Sulteng Menurun

"Rapat kerja FKUB harus menjadi kebahagiaan semua pihak, dan Sulteng harus menjadi rujukan daerah lain," terangnya.

Terkait hal itu, Ketua FKUB Sulteng Prof Dr KH Zainal Abidin mengungkapkan rapat kerja FKUB menjadi fondasi pembangunan kerukunan antaragama, yang berujung pada upaya menangkal tumbuh dan berkembangnya gerakan terorisme, intoleransi dan ektrimisme serta transnasional.

Menurutnya, inilah momentum semua pihak utamanya tokoh lintas agama membangun satu kesamaan persepsi lewat satu gerakan program jangka menengah dan pendek.

"Untuk membangun kualitas perdamaian dan kerukunan di Sulteng, demi menunjang upaya pembangunan kerukunan nasional," kata Prof Zainal Abidin. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved