Breaking News:

Menpora Malaysia Syed Saddiq Minta Maaf Lewat Twitter, Menpora RI Zainudin Amali Lontarkan Kritik

Menpora RI Zainudin Amali mengkritik permohonan maaf Menpora Malaysia, Syed Saddiq, yang disampaikan lewat media sosial Twitter.

LARIZA OKY ADISTY/BOLASPORT.COM
Menpora RI Zainudin Amali (tengah, kemeja putih), saat menemui awak media seusai melakukan serah terima jabatan dari Plt Menpora Hanif Dhakiri di Auditorium Kemenpora RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Pemuda Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali, mengkritik permohonan maaf Menpora Malaysia, Syed Saddiq.

Zainudin Amali mengapresiasi langkah Syed Saddiq yang memohon maaf lewat media sosial terkait kejadian penganiayaan suporter Indonesia di Malaysia.

Namun, Menpora RI belum mendapat surat resmi dari kementerian Malaysia soal permohonan maaf tersebut.

Oleh karenanya, Zainudin Amali mengatakan bahwa ucapan maaf di Twitter saja tidak cukup.

"Pemerintah Malaysia harus meminta maaf secara resmi kepada masyarakat Indonesia," kata Zainudin Amali dikutip dari laman Antaranews.

Menyamar dengan Kenakan Jilbab, Anak di Bawah Umur Bobol ATM dan Gasak Uang Rp27,3 Juta

Kemenpora Pertanyakan Klaim Syed Saddiq yang Sebut Penusukan Suporter Indonesia Hoax

Usai Sebut Kerusuhan di Malaysia Hoaks, Kini Syed Saddiq Minta Maaf dan Akui Ada Pemukulan

Seperti diketahui, beberapa kali Syed Saddiq mendapat sorotan soal insiden kurang mengenakkan di dunia sepak bola antara Indonesia dengan Malaysia.

Awalnya, Menteri Belia dan Sukan Malaysia itu menganggap penganiayaan suporter sebagai kabar bohong atau hoaks.

Beberapa hari kemudian, Syed Saddiq meralatnya dan memohon maaf atas kejadian tersebut.

Jadi Staf Khusus Presiden dengan Gaji Rp51 Juta, Angkie Yudistia: Tujuan Kami Bukan karena Gaji

Tanggapan dan Keprihatinan Sekjen PDIP Soal Meningkatnya Intoleransi di Bantul, Yogyakarta

Kemenpora juga sudah bertindak cepat dengan melayangkan surat resmi untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Selain itu, menuntut penyelesaian secara hukum terhadap pelaku penganiayaan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia pada umumnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved