Lembaga Habitat For Humanity Indonesia Bangun 150 Hunian Tetap Bagi Penyintas di Sigi

Lembaga Habitat For Humanity Indonesia memberikan bantuan berupa pembangunan 150 unit hunian tetap bagi penyintas di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawes

Lembaga Habitat For Humanity Indonesia Bangun 150 Hunian Tetap Bagi Penyintas di Sigi
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Bupati Sigi Mohamad Irwan, memantau persiapan pembangunan hunian yang dibangun Habitat For Humanity Indonesia di Desa Lolu, Sigi, Senin (2/12/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Lembaga Habitat For Humanity Indonesia memberikan bantuan berupa pembangunan 150 unit hunian tetap bagi penyintas di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah.

Pembangun hunian tetap tahap pertama dari Habitat For Humanity Indonesia itu dibangun di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Bupati Sigi Mohamad Irwan, menyempatkan langsung hadir dalam peletakkan tapak pertama hunian dalam program rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana tersebut, Senin (2/12/2019) siang.

Sasaran penyintas yang mendapatkan bantuan rumah itu, ialah masyarakat yang rumahnya masuk kategori rusak berat akibat bencana alam 28 September 2018.

Sejauh ini, sudah ada sebanyak 30 kepala keluarga yang mendaftar sebagai penerima manfaat, untuk dibangunkan hunian tetap.

Bupati Sigi, Muhammad Irwan, sangat mengapresiasi bantuan yang telah diberikan lembaga Habitat For Humanity Indonesia tersebut.

Sebab di Kabupaten Sigi, kata Irwan, sapaannya, ada sebanyak 13 ribu rumah yang masuk kategori rusak berat akibat bencana gempa bumi dan likuefaksi.

Bantuan itu sangat bermanfaat, mengingat program dana stimulan dari pemerintah yang dinilai berjalan begitu lambat.

"Habitat For Humanity sudah melalui prosedur yang begitu panjang tapi clear, dan sudah mulai jalan, semoga saudara kita yang kehilangan rumahnya sesegera mungkin bisa kembali menempati hunian tetap yang layak," jelas Irwan.

Sementara itu, Chief of Party Response Habitat For Humanity Indonesia, Herbert Barimbing mengungkapkan, konsep hunian atau rumah yang mereka tawarkan sudah sesuai standar dan biayanya sama dengan yang ditawarkan oleh Kementerian PUPR.

"Jadi masyarakat tinggal memilih, apakah mau yang dana stimulan atau Habitat For Humanity, sejauh ini sudah ada 30, kita harap pembangunan ini berpusat di Kecamatan Sigi Biromaru, terutama di Desa Lolu ini," kata Herbert.

Konsep rumah yang ditawarkan oleh Habitat For Humanity, adalah rumah dengan tipe 36, dengan bahan bangunan yang dinilai memenuhi standar.

"Jadi konsepnya, dinding beton di bagian bawah selanjutnya bahan kalsiboard, sedangkan bagian atasnya pakai rangka baja, lantai semen," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved