SEA Games 2019

Siti/Ribka Mengaku Gembira Bisa Bantu Tim Bulutangkis Putri Indonesia Lolos ke Final SEA Games 2019

"Saya senang bisa menjadi penentu kemenangan Indonesia sehingga bisa menang 3-1. Kami tidak merasa terbebani, hanya masih belum siap sejak awal,"

Siti/Ribka Mengaku Gembira Bisa Bantu Tim Bulutangkis Putri Indonesia Lolos ke Final SEA Games 2019
BADMINTON INDONESIA
Pasangan ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, bereaksi setelah memastikan diri ke final SEA Games 2019 di Muntinlupa Sports Center, Manila, Filipina, Senin (2/12/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Pasangan ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto, menjadi penentu langkah Indonesia ke final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2019.

Berkat kemenangan Siti/Ribka, Indonesia mengandaskan Singapura dengan skor 3-1 pada laga semifinal beregu SEA Games 2019 yang digelar di Muntinlupa Sports Center, Manila, Filipina, Kamis (2/11/2019).

Siti/Ribka memastikan langkah Indonesia ke final setelah mengalahkan pasangan Singapura, Shinta Mulia Sari/Crystal Wong Jia Ying, dengan skor 21-15, 21-19.

Keberhasilan membawa Indonesia lolos ke final membuat Siti/Ribka merasa senang.

"Saya senang bisa menjadi penentu kemenangan Indonesia sehingga bisa menang 3-1. Kami tidak merasa terbebani, hanya masih belum siap sejak awal," kata Siti Fadia, seperti dilansir BolaSport.com.

Hasil SEA Games 2019 - Tim Bulutangkis Putri Lolos ke Final Usai Taklukkan Singapura

Dibalik Prestasinya Sumbang Emas untuk Indonesia, Windy Cantika Ternyata Sempat Lalui Kisah Pilu Ini

"Hari ini kami pertama bermain sehingga masih mencari pola permainan," ujar Siti Fadia menambahkan.

Menurut Fadia, Shinta/Wong masih bisa diatasi, tetapi merka masih banyak melakukan kesalahan sendiri.

"Koh Didi (Eng Hian, pelatih ganda putri nasional Indonesia) meminta kami menikmati permainan karena pertama kali kami bermain," ujar Fadia.

Ribka yang menjadi rekan duet Siti pun menyatakan bahwa mereka sempat kesulitan mengimbangi permainan Shinta/Crystal pada awal gim pertama.

"Kami pertama kali main, jadi masih penyesuaian lapangan dan shuttlecock. Gim pertama masih banyak mati sendiri, pengen buru-buru matiin lawan. Baru pas poin 15-15 kami mulai enak mainnya. Game kedua poin-poin kritis kami bermain lebih tenang lagi," kata Ribka.

Halaman
12
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved