Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sarifudding Sudding Sarankan Ganti Diksi Radikalisme dengan Ekstrimis

Anggota MPR RI Sarifudding Sudding menyarankan bahwa sebaiknya diksi radikalisme diganti dengan sebutan ekstrimis.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Sarifudding Sudding Sarankan Ganti Diksi Radikalisme dengan Ekstrimis
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Palu, Minggu (8/12/2019) malam. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Anggota MPR RI Sarifudding Sudding menyarankan bahwa sebaiknya diksi radikalisme diganti dengan sebutan ekstrimis.

Hal itu disampaikan Sarifudding Sudding, saat melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Palu, Minggu (8/12/2019) malam.

Kata Sarifudding Sudding, sebaiknya pemerintah pusat melakukan evaluasi terkait dengan diksi radikalisme.

"Dan diganti menjadi ekstrimis," tegas Sarifudding, sapaannya.

Menurutnya, makna radikalisme merupakan produk dari luar negeri yang sengaja dibuat merusak tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Topik Radikalisme Disebut Masuk dalam SKD CPNS 2019, Ini Penjelasan Resmi BKN

Komjen Idham Azis: Radikalisme Tidak Bisa Diidentikkan dengan Islam

Hal ini lantaran tidak semua diksi radikalisme diartikan dalam sisi negatif.

"Tanpa berfikir Radikal, bangsa ini tidak akan merdeka," tambahnya.

Sarifudding menjelaskan, gempuran makna radikalisme saat ini telah mengaitkan dengan unsur agama.

Salah satunya Islam sebagai mayoritas di Indonesia.

Tentunya, tujuannya untuk mencoba menggoyangkan tatanan NKRI yang telah dipupuk para pahlawan sejak dulu.

Dengan demikian kata dia, radikalisme telah menjadi tantangan bangsa Indonesia.

Khususnya pemuda sebagai generasi yang akan mengambil tampuk pimpinan masa akan datang.

Apabila diksi radikalisme ini tidak diganti, kata Sarifudding Sudding, sulit membayangkan bagaimana masa depan tatanan NKRI.

"Kalau ini terus dibiarkan, kedepan bangsa Indonesia akan jadi penonton di negaranya sendiri," terangnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved