Selama Tahun 2019, 1 Anggota TNI AD di Sulteng Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Komandan Den-POM Palu mengatakan selama tahun 2019 sudah ada satu orang anggota TNI AD yang diberi sanksi.

Selama Tahun 2019, 1 Anggota TNI AD di Sulteng Diberhentikan dengan Tidak Hormat
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Komandan Detasemen Polisi Militer (Den-POM) XIII/2 Palu Didik Kurniawan Wibowo 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Komandan Detasemen Polisi Militer (Den-POM) XIII/2 Palu Didik Kurniawan Wibowo mengatakan, selama tahun 2019 ini, sudah ada satu orang anggota TNI AD diberi sanksi pecat selama tahun 2019 ini.

Hal itu disampaikan Didik Sat ditemui di Kota Palu, Rabu (11/12/2019) siang.

Didik menjelaskan, selain itu masih ada satu kasus yang yang sedang berlangsung untuk sangsi pemberhentian dengan tidak hormat alias dipecat.

Proses sedang berlangsung di Detasemen Polisi Militer TNI AD di Manado.

"Selama 2019 ada satu anggota yang disanksi pemberhentian, sementara satu orang masih dalam proses," jelas Didik.

Orang nomor satu di Den-POM Palu yang baru menjabat sekitar tiga bulan bertugas di Palu mengatakan, untuk di Sulteng pelanggaran oknum anggota TNI didominasi pelanggaran disersi atau meninggalkan tugas tanpa seizin pimpinan.

Detasemen Polisi Militer XIII/2 Palu Dipimpin Komandan Baru

Warga Jalan Tangkasi I Kota Palu Ditemukan Meninggal Dunia dalam Keadaan Tengkurap di Kolam Ikan

Kapolres Palu Sebut Tindak Kriminal di Kota Palu Menurun pada Tahun 2019

Sedangkan jika pelanggaran disiplin, biasanya diselesaikan di tingkat kesatuan masing-masing.

"Pelanggarannya masih seputar masalah disersi. Pelanggaran lainnya masih nihil," katanya.

Didik yang sebelumnya bertugas di Puskomad Jakarta mengharapkan, dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dalam menunjang pelaksanaan tugas di Sulteng.

"Dengan komunikasi yang baik tentu akan sangat membantu tugas-tugas kami," tambah Didik.

Untuk menunjang pelaksanaan tugas di Sulteng kata Didik, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Korem, dan Kodim jajaran.

Didik juga mengingatkan jika ada masyarakat yang ingin melaporkan pelanggaran yang dilakukan anggota TNI AD, agar datanya dilengkapi.

Pastikan dulu, identitasnya mulai dari namanya sampai satuannya.

"Jangan asal melaporkan, saya ditampeleng sama rambut cepat, itu sudah ngadu ke kita, sekarang kan yang rambut cepak kan banyak, itu untuk mempermudahkan kita menindak salah satunya," terangnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved