Breaking News:

Reaksi Susi Pudjiastuti Soal Temuan PPATK Penyelundupan Lobster Rp 900 M: Lebih Gede dari Harley!

Temuan PPATK soal penyelundupan benur lobster ditanggapi langsung oleh mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Edhy Prabowo dan Susi Pudjiastuti saat acara pisah sambut Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Rabu (23/10/2019) 

TRIBUNPALU.COM - Temuan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan ( PPATK) soal penyelundupan benur lobster ditanggapi langsung oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Mengapa tidak, PPATK mencatat adanya aliran dana dari hasil penyelundupan ekspor benur lobster mencapai Rp 900 miliar.

Susi Pudjiastuti pun tampak tertawa dengan adanya temuan tersebut.

Gibran Jajan Es Teh Pakai Plastik, Susi Pudjiastuti Minta Sumbang Gelas dan Sedotan Stainless

Susi Pudjiastuti Pamerkan Momen Mandi di Sungai dan Makan Kapurung di Kanal Youtubenya

Beda Sikap dengan Susi Pudjiastuti, Edhy Prabowo Pilih Sulap Kapal Pencuri Ikan Jadi Rumah Sakit

Sehingga menurutnya, untuk ukuran benihnya saja, harga lobster bisa lebih tinggi dari motor Harley Davidson.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube PPATK Indonesia, Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengungkapkan pihaknya bersama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Reserse Kriminal Polri bekerja sama guna mengungkap kasus penyelundupan.

Di mana menuurt Kiagus Ahmad Badaruddin, dalam satu tahun ada aliran dana dari luar negeri yang digunakan untuk mendanai pengepul membeli benur tangkapan nelayan lokal mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 900 miliar.

Modus yang digunakan oleh pelaku adalah melibatkan sindikat internasional.

Sumber dana berasal dari bandar yang ada di luar negeri yang kemudian dialirkan ke berbagai pengepul di Indonesia.

"Jadi lobster ini kami sampaikan bahwa lobster itu uangnya antara Rp 300-900 M, uang itu cukup besar dan melibatkan antar negara, jadi ini satu hal juga yang menarik bahwa penyelundupan lobster ini juga menggunakan tata cara pencucian uang yang melibatkan beberapa usaha, jadi banyak sekali pihak yang terlibatkan, termasuk pihak yang sebagai ekspor dan impor, yang digunakan sebagai penyamaran untuk menerima lobster itu," bebernya.

 

Di samping mengancam sumber daya lobster di Indonesia, pengambilan bibit lobster ini juga merugikan negara.

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved