Breaking News:

Liga 1 2019

Beri Sambutan di Seremoni Bambang Pamungkas, Anies Baswedan: Dia Bukan Milik Jakarta, Tapi Indonesia

“Bambang Pamungkas memang mengakhiri perannya di Lapangan hijau. Tetapi legendanya tidak akan pernah berhenti dalam sejarah Persija” kata Anies

Penulis: Bobby W | Editor: Imam Saputro
Dok. Persija.id
Bambang Pamungkas memamerkan Plakat yang diterimanya dari Anies Baswedan dan Bung Ferry 

Perjalanan Karir Bambang Pamungkas

Bambang memulai kariernya di Diklat Salatiga pada tahun 1996-1999.

Bakat Bepe di Diklat tersebut pun dilirik Persija setelah dirinya meraih gelar top skor di turnamen Piala Asia U-19 dengan torehan tujuh gol tahun 1999.

Berbekal pencapaian tersebut, Bepe bergabung dengan Persija Jakarta  pada musim 1999-2000.

Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad.

Di Belanda, Bambang tampil cukup produktif dengan 7 gol dari 11 kali penampilannya.

Meski tergolong subur,  namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan iklim Eropa menyebabkan Bepe hengkang beberapa bulan kemudian.

EHC Norad pun meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Dalam periode keduanya di Persija, Bambang bertahan selama 5 tahun hingga musim 2005.

Pada tahun itu. Bambang memutuskan pindah ke negeri Jiran dengan menandatangani kontrak dengan Selangor FC.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved