Liga 1 2019
Pidato Perpisahan Bambang Pamungkas kepada Persija: Lelaki Sejati Tidak Menangis. Tapi Hati Berdarah
“Laki-laki sejati tidak menangis. Tapi hati berdarah." buka Bambang Pamungkas dalam pidatonya.
TRIBUNPALU.COM - Beberapa waktu ini, pemain senior Persija Jakarta, Bambang Pamungkas seolah jadi sorotan berbagai pihak.
Hal ini terjadi menyusul beberapa pesan terakhir yang ia tulis dalam media sosial.
Rantai isyarat segera gantung sepatu tersebut mulai jadi perhatian jagat pecinta sepakbola tanah air pada, Minggu (15/12/19) kemarin.
Melalui media sosial Twiter dan Instagram, Bambang Pamungkas seolah-olah ingin menyampaikan sebuah pesan terkait karirnya.
Dalam postingan tersebut, pemain yang akrab disapa Bepe itu mengungkapkan bahwa dirinya sedang memilih kata yang tepat untuk hari Selasa (17/12/2019) .
• Catatan Karir Bambang Pamungkas di Persija Jakarta, Sempat Tiga Kali Cerai-Rujuk dengan The Jak
• Pensiun dari Persija Jakarta, Bambang Pamungkas Buka Suara tentang Masa Depannya
"Sedang memilih kata, dan memilah rasa yang tepat untuk hari selasa nanti.... #AlmostThere" Tulis pemain yang akrab dengan nomor punggung 20 tersebut.
Isyarat pensiun itu akhirnya dibenarkan seusai laga menghadapi Persebaya kemarin.
Selasa, 17 Desember 2019 kemarin menjadi momen terakhir Bambang Pamungkas membela panji Persija di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Ia akhirnya resmi mengumumkan gantung sepatu.
Masuk menggantikan Sandi Sute pada menit ke-75, striker yang identik dengan nomor 20 itu disambut dengan antusias puluhan ribu Jakmania.
Memang tidak ada kemenangan pada laga tersebut.
Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan 1-2 Bajul Ijo.
Namun, sambutan hangat tetap diterima oleh Bepe, sapaan Bambang Pamungkas.
Bahkan Andritany Ardhiyasa yang saat itu menjabat menjadi kapten memberikan ban kapten kepada dirinya sekaligus penghormatan terakhir untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Dikutip Tribunpalu.com dari laman ofisial Persija, rangkaian laga pamungkas Bepe ditutup dengan acara untuk penghormatan bagi dirinya.
Seremoni pensiunnya ditandai penghormatan para pemain, pelatih, dan ofisial kepada Bambang Pamungkas yang sebelumnya dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Anies menyampaikan beberapa hal dan memberikan plakat dengan bertuliskan nomor punggung 20 dan nama Bambang Pamungkas kepada Bepe.
Cinderamata juga disampaikan oleh Pengurus Persija dan Pengurus Pusat Jakmania diwakili oleh Bung Ferry.
Dalam seremoni tersebut, Bepe memberikan sebuah pidato perpisahan.
“Laki-laki sejati tidak menangis. Tapi hati berdarah." buka Bepe dalam pidatonya.
"Izinkan saya jadi laki-laki sejati dengan tidak banyak bicara. Kawan-kawan, terima kasih ke seluruh tim Persija atas perjuangan luar biasa. Menguras emosi, tenaga, dan kesabaran." lanjut pria yang memulai karirnya dari Diklat Salatiga tersebut.
Di dalam pidato tersebut, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen di Persija.
"Terima kasih sebesar-besarnya untuk Direksi Persija atas kerja samanya selama saya di sini. Terima kasih untuk Pemda DKI dan Gubernur, yang sudah dukung Persija,Dan tidak lupa, untuk kalian semua pendukung Persija, yang hadir hari ini dan di mana pun kalian berada. ” kata Bambang Pamungkas.
Bepe juga membahas beberapa kenangan pahit manis selama membela panji Macan Kemayoran.
"Saya pernah merasakan menjadi pemain terbaik, top skorer di sini. Saya juga pernah juara di sini, saya juga pernah patah kaki di sini, depresi di sini, dan dianggap pengkhianat. Dengan segala kondisi, kalian semua tetap berada di belakang saya. Saya mau ucapkan terima kasih sebesar-besarnya dari hati paling dalam,” sambung Bepe.
Perjalanan Karir Bambang Pamungkas
Bambang memulai kariernya di Diklat Salatiga pada tahun 1996-1999.
Bakat Bepe di Diklat tersebut pun dilirik Persija setelah dirinya meraih gelar top skor di turnamen Piala Asia U-19 dengan torehan tujuh gol tahun 1999.
Berbekal pencapaian tersebut, Bepe bergabung dengan Persija Jakarta pada musim 1999-2000.
Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad.
Di Belanda, Bambang tampil cukup produktif dengan 7 gol dari 11 kali penampilannya.
Meski tergolong subur, namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan iklim Eropa menyebabkan Bepe hengkang beberapa bulan kemudian.
EHC Norad pun meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.
Dalam periode keduanya di Persija, Bambang bertahan selama 5 tahun hingga musim 2005.
Pada tahun itu. Bambang memutuskan pindah ke negeri Jiran dengan menandatangani kontrak dengan Selangor FC.
Pada tahun itu dia menjadi pencetak gol terbanyak Liga Malaysia dengan 22 gol.
Dua musim membela Selangor, Bambang pun kembali ke Indonesia pada Musim 2007 dengan memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.
Pada tahun 2010 ia sempat akan menjalani masa trial di Selandia Baru, klub Wellington Phoenix FC namun gagal dalam proses seleksi untuk mengamankan kontrak.
Hal ini membuatnya tetap bertahan di Persija Jakarta hingga akhir tahun 2013.
Pada 9 Desember 2013, Bambang membuat kejutan dengan menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan Pelita Bandung Raya.
Dia mencetak 2 gol debut bagi klubnya saat melawan Persija dan pertandingan berakhir dengan hasil imbang.
Berikut pencapaian Bambang Pamungkas bersama Persija:
2 Trofi Liga Indonesia (2001, 2018)
1 Trofi Piala Presiden (2018)
351 pertandingan, mengoleksi 168 gol.
Membela Persija dalam empat periode:
- 1999-2000
- 2000-2005
- 2007-2012
- 2015 – hingga sekarang
Pihak Persija mengkonfirmasi kabar Bambang Pamungkas Pensiun
Sebelumnya, spekulasi pensiun dengan tagar serupa yakni #AlmostThere juga disampaikan oleh akun media sosial ofisial Persija Jakarta
Seakan mengamini kabar yang ada, pelatih Persija Jakarta Edson Tavares dan kiper Persija Andritany Andritany Ardhiyasa mengkonfirmasi kabar yang beredar.
“Pagi ini, saya mendengar kabar kalau dia akan pensiun,” ujar pelatih asal Brasil ini di konferensi pers Senin (16/12/2019) seperti yang dikutip
Hal senada juga diutarakan oleh Kapten Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa.
Ia tidak membantah kabar bahwa rekan satu timnya, Bambang Pamungkas akan pensiun. Kiper berusia 27 tahun ini mengenang momen yang paling diingatnya bersama sang bomber.
“Kalau kita melihat profesional sejati, contohnya Bepe. Karena bepe itu paket komplit. Kalau dia harus pensiun, saya kehilangan. Karena saya dekat, di mes satu kamar. Banyak sharing. Kalau melepas Bepe untuk pensiun, cukup kehilangan,” timpalnya.
(Tribunpalu.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/guard-of-honour-pemain-persija-untuk-bambang-pamungkas.jpg)