Walhi Minta Perbankan Berhenti Biayai Perusahaan Sawit yang Merusak Lingkungan

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta perbankan berhenti membiayai operasional investasi perusahaan sawit yang merusak lingkungan.

Walhi Minta Perbankan Berhenti Biayai Perusahaan Sawit yang Merusak Lingkungan
TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Direktur Eksekutif TUK Indonesia Edi Sutrisno (kanan) dan Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulteng Abd Haris (tengah), saat berada di Kota Palu, Selasa (17/12/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta perbankan berhenti membiayai operasional investasi perusahaan sawit yang merusak lingkungan.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulteng Abdul Haris mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan di Benua Eropa, Walhi merekomendasikan prinsip keuangan berkelanjutan untuk diterapkan di Indonesia.

Menurutnya, prinsip keuangan berkelanjutan itu perlu diterapkan, seiring dikeluarkannya peraturan OJK nomor 51 tahun 2017 tentabg penerapan kruangan berkelanjutan.

Berdasarkan riset mereka, kata Abdul Haris, terdapat sejumlah perbankan besar di Indonesia yang uang nasabahnya mengalir ke beberapa perusahaan sawit.

Kasus Tewasnya Pengacara WALHI Sumut, Polisi Sebut Penyebabnya Kecelakaan Tunggal

Jelang Pilkada 2020, Walhi Sulteng Ajak Warga Pilih Kandidat yang Berperspektif Lingkungan

Walhi Sulteng Minta KPK Selidiki Kasus PT Agro Nusa Abadi di Kabupaten Morowali Utara

Termasuk perusahaan sawit yang beroperasi di Sulawesi Tengah yakni PT Astra Agro Lestari.

"Yang kami duga telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial dengan masyarakat," kata Haris sapaannya, Selasa (17/12/2019) siang.

Olehnya itu, Walhi mendorong penerapan prinsip atau konsep keuangan berkelanjutan.

Dengan sikap perbankan yang hanya membiayai perusahan sawit yang taat pada aturan dan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan.

Konsep itu diperkuat dengan riset yang dilakukan Transparansi Untuk Keadilan (TUK) Indonesia, yang menemukan bahwa ada banyak sekali perbankam besar di Indonesia yang membiayai grup-grup perusahaan besar untuk aktivitas investasi perusahaan sawit di Indonesia, termasuk perusahaan sawit yang beroperasi di Sulawesi Tengah.

Berdasarkan hal itu, Direktur Eksekutif TUK Indonesia Edi Sutrisno merekomendasikan sejumlah hal bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai badan pengawas lembaga keuangan perbankan.

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved