Penyu Dilindungi Kembali Dilepasliarkan di Tanjung Karang Sulteng

Ia mengatakan, penyu yang dilepasliarkan ini merupakan penyu yang diamankan oleh petugas pengawas perikanan di pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan

Penyu Dilindungi Kembali Dilepasliarkan di Tanjung Karang Sulteng
(istimewa)
Sebanyak tiga ekor Penyu hijau dilepasliarkan diperairan Donggala, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (22/12/2019) 

TRIBUNPALU.COM -  Sebanyak tiga ekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang diamankan oleh petugas pengawas perikanan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah (DKP Sulteng) dilepasliarkan di Tanjung Karang, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, Minggu (22/12/2019).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan  Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Agus Sudaryanto, Minggu. 

Ia mengatakan, penyu yang dilepasliarkan ini merupakan penyu yang diamankan oleh petugas pengawas perikanan di pelabuhan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (20/12/2019) lalu.

"Sudah  banyak regulasi yang mengatur pelarangan penangkapan dan pemanfaatan penyu dan semua bagian tubuhnya. Namun masih saja sebagian kecil masyarakat yang belum mematuhi aturan tersebut," kata Agus, Minggu.

Menurut Agus, kronologi dari penangkapan hewan dilindungi ini berawal adanya laporan masyarakat terkait penyu hijau yang akan dijual.

Laporan masyarakat kemudian ditindaklanjuti.

Petugas pengawas perikanan kemudian memeriksa kapal nelayan  yang sudah menjadi target.

Dan benar, tiga ekor penyu hijau berada di atas kapal nelayan tersebut dan siap untuk diperdagangkan.

Sebelumnya, sebanyak 21 ekor penyu sisik  (Eretmochelys imbricata) dilepasliarkan di wilayah perairan laut Donggala pada 11 Desember 2019 lalu.

Daging penyu berbahaya utuk dikonsumsi 

Berdasarkan penelitian para ahli, daging penyu sangat berbahaya dikonsumsi manusia sebab daging penyu sangat tinggi kadar logam beratnya.

"Bukan  hanya daging, telur penyu juga mengandung kadar kolesterol yang sangat tinggi," lanjut Agus.

"Di samping tertimbunnya bakteri, parasit dan racun (di daging penyu) akibat pola hidup penyu yang mengkonsumsi tumbuhan, spons karang beracun serta logam berat yang ada di dalam perairan," jelas Agus.

Untuk itu DKP Sulteng dan Jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Donggala serta aparat penegak hukum di laut, tidak bosan  memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada masyarakat serta penegakan hukum bagi yang melanggar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyu Dilindungi Kembali Dilepasliarkan di Tanjung Karang Sulteng"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved