Breaking News:

Cerita Atlet

Tanpa The Minions, BWF Beri Apresiasi 5 Rekor Terbaik di Tahun 2019; The Daddies Diberi Julukan Baru

Tak ada nama The Minions di buku raport rekor BWF tahun ini, tetapi kesuksesan The Daddies buat BWF memberikan apresiasi dengan julukan baru.

Dokumen PBSI
Tak ada nama The Minions di buku raport rekor BWF tahun ini, tetapi kesuksesan The Daddies buat BWF memberikan apresiasi dengan julukan baru. 

Apresiasi tersebut berupa julukan baru dari BWF yang disematkan kepada The Daddies, yakni menjelma menjadi Super Daddies.

Raih tiga gelar prestisius dan tujuh kali jadi runner up, segini total penghasilan Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Benarkah capai belasan miliar?
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (badmintonindonesia.org)

Wajar saja, karena sepanjang tahun ini, Hendra/Ahsan berhasil meraih gelar-gelar prestisius yakni All England Open, BWF World Championships, dan BWF World Tour Finals.

Selain itu, Hendra/Ahsan juga menjuarai New Zealand Open, serta kerap menjadi runner-up.

Tak tanggung-tanggung gelar runner-up itu didapatkan sebanyak tujuh kali, yakni dari turnamen Indonesia Masters, Singapore Open, Indonesia Open, Japan Open, China Open, Denmark Open, hingga Hong Kong Open.

Dari sisi lain, Hendra Setiawan juga mengukir rekor sebagai pebulutangkis tertua yang mampu menjadi juara dunia.

Pasalnya, saat naik ke podium sebagai kampiun BWF World Championships 2019, usia Hendra genap 35 tahun.

Pecahkan Skor Tak Lazim, Daddies Bikin BWF Heran: Siapa Lagi yang Serangan Jantung?

Menangkan Semifinal, Ahsan/Hendra Bikin Jantungan Lagi; Capai Final Ke-10 dan Disebut Rally Terbaik

5. Kunlavut Vitidsarn ciptakan hattrick juara dunia junior

Dari level junior, prestasi mencengangkan juga berhasil diukir oleh pemain tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Sosok berusia 18 tahun itu mencetak hattrick gelar juara setelah kembali naik ke podium kampiun pada Kejuaraan Dunia Junior 2019 di Kazan, Rusia.

Vitidsarn menyabet gelar jawara dunia ketiganya dengan mengalahkan tunggal putra Prancis. Christo Popov, 21-8, 21-11, pada laga final.

Kunvalut
Kunvalut Vitidsarn(Humas PBSI)

Sebelumnya, Vitidsarn sudah lebih dulu menjadi juara dunia junior pada tahun 2018 di Kanada dan tahun 2017 di Indonesia.

Vitidsarn pun kini membukukan rekor sebagai pemain tunggal putra pertama yang mampu meraih gelar juara dunia junior tiga tahun beruntun.

Aksi Simpatik Ratchanok saat Bantu Gregoria yang Cedera: Lupakan Selebrasi hingga Bawakan Tas

Karena Hal Sepele, Kevin Sanjaya Pernah Ditolak PB Djarum 13 Tahun Lalu, Kini jadi Indonesian Titans

(TribunPalu.com)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved