Kabar Tokoh

Dianggap Terlalu Sering Beri Kritikan Tajam ke Pemerintah, Rocky Gerung Diminta Masuk Politik

Terlalu sering memberikan kritikan pedas terhadap pemerintahan Jokowi, Rocky Gerung diminta untuk masuk ke dunia politik.

Kanal YouTube Indonesia Lawyers Club
Rocky Gerung 

Ada yang menyebutkan bahwa alasan pindah lantaran letak geografis namun ada yang menyebutkan tentang faktor stories.

Rocky Gerung Menilai Jokowi dan Megawati Soekarnoputri Berpotensi Pecah Kongsi, Kenapa Ya?

Tiga Menteri Jokowi Main Drama #PrestasiTanpaKorupsi, Rocky Gerung: Ini Opera Van Monas yang Norak

Oposisi Bergabung ke Koalisi Jokowi, Rocky Gerung: Semacam Sleeping With Enemy

Rocky Gerung Kritisi Rencana Jokowi Pindahkan Ibukota, Karni Ilyas: Jangan Diksi Kasar

Bahkan Rocky juga menyebutkan bahwa biografi Jokowi juga menjadi alasan masyarakat menjadi pesimis tentang ide pemindahan ibu kota.

"Jadi orang merasa ada yang aneh, lalu orang mulai cari prestasi pak Jokowi, kenapa pesimis karena bab 1 dari Pak Jokowi adalah soal SMK yang adalah ngibul," ungkap Rocky.

"Sekarang kita tahu Pak Jokowi akan tutup masa pengabdiannya pada 2024, itu mengapa di berita harus pindah pada 2023, itu buat bab terakhir di biografinya, jadi bab 1 ngibul bab terakhir asbun," pungkasnya.

Tak hanya itu, dengan lantang Rocky menyebutkan bahwa nanti ILC akan membuat diskusi pada tahun 2024 dengan tema buku Jokowi.

"Mungkin nanti ada judul ILC di 2024 ada pembahasan buku Jokowi judulnya dari Ngibul to asbun," tandasnya.

Mendengar perkataan Rocky tersebut politisi PDI-P Maruarar Sirait angkat suara.

Ia mengatakan bahwa tidak ada pemerintahan yang sempurna.

Menurutnya setiap pemimpin negara memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

"Tidak ada pemerintah yang sempurna, setiap presiden pasti ada kelebihannya dan kekurangan, tapi lihat apa usahanya apa progresnya," ujar politisi PDI-P tersebut.

Maruarar Sirait yakin bahwa Jokowi telah mempersiapkan semuanya secara detail dan komprehensif.

"Saya percaya Pak Jokowi mempersiapkan betul secara detail, secra komprehensif," sambungnya.

Melihat hal tersebut Rocky kembali membela diri.

Namun belum sempat mengucapkan tanggapannya, Rocky mendapatkan teguran dari Karni Ilyas.

Karni Ilyas meminta Rocky agar tidak memakai diksi yang kasar dalam mengungkapkan pendapatnya.

"Jangan diksi yang kasar lah," ujar Karni Ilyas.

"Saya nggak kasar, saya pakai itu supaya ketahuan benar apa maksud pikiran saya," bela Rocky.

Rocky lantas melanjutkan mengungkapkan pendapatnya.

Rocky Gerung Contohkan Nasdem Ajukan Ahok & Anies di Pilpres 2024, Irma Suryani: Badut Ngomong Apa

"Jadi tertanam pada publik istilah ngibul, tapi presiden Jokowi ngibul kaena nggak terjadi padahal public opinion dibangun demikian rupa,karena itu ketika dia janjikan sesuatu yang lebih dramatis lagi orang akan pergi pada psikologi pertama," ujar Rocky.

Mendengar diksi yang diungkapkan Rocky masih kasar, Karni lantas meminta Rocky mengganti kata ngibul dengan gagal.

"Gagal dengan ngibul itu beda, gagal lah," ujar Karni.

Namun Rocky tetap bersikukuh untuk menggunakan kata ngibul.

Karena menurutnya gagal dan ngibul adalah sesuatu yang berbeda.

"Saya nggak mau pakai istilah gagal, karena gagal itu lebih berat, konsekuensi dari gagal akan dituntut di depan pengadilan," ucap Rocky.

(TribunPalu.com/Lita Andari Susanti)

Penulis: Lita Andari Susanti
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved