Cerita Perjuangan Nelayan Pantai Talise yang Harus Bangkit Pascabencana Gempa dan Tsunami di Palu

Perjuangan nelayan di Kelurahan Talise, Kota Palu pasca-terjadinya gempa bumi dan tsunami pada September 2018 lalu.

TribunPalu.com/Haqir Muhakir
Aktivitas nelayan Pantai Talise Kota Palu, saat menyiapkan perahu untuk melaut, Jumat (3/1/2020) siang. 

"Jadi terkadang dalam satu perahu katinting itu, ada 2-3 orang," jelas Arham, selaku Ketua Rukun Nelayan di tempat itu.

Berkat bantuan dan tekad para nelayan di pesisir Pantai Talise itu, mereka kembali bisa melaut dan bisa memenuhi kebutuhan hidup dari hasil tangkapan ikan.

Terbukti, dalam sekali melaut mereka bisa meraup uang sampai Rp250 ribu per orang.

Bahkan jika melaut sampai ke perairan Sulawesi Barat, mereka bisa mendapatkan hasil sampai Rp1,5 jita per orang.

Jika melaut sampai ke wilayah perairan Sulawesi Barat, mereka berjalan berkelompok menuju nagian depan Teluk Palu kemudian belok kiri ke wilayah Sulawesi Barat.

Kisah Rizky, Bocah Korban Gempa Palu Bisa Bertemu Idolanya, Bintang Manchester City, Riyad Mahrez

"Satu kali jalan melaut ke Sulawesi Barat biasa sampai 7 perahu, satu perahu 3 orang," ungkap Arham.

Aktivitas melaut itu sudah berlangsung setiap hari, sejak 4 bulan lalu.

Setiap pagi pukul 09.00 sampai 11.00 WITA, para nelayan itu pulang dari melaut dan menjajakan hasil tangkapan mereka.

Biasanya, hasil tangkapan langsung habis dibeli warga saat masih di bibir pantai.

"Permintaan tinggi, hasil tangkapan nelayan masih kurang," terangnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved