Terkini Daerah

Kritik Pemprov DKI Soal Banjir, Walhi Sebut Upaya Percantik Waduk Diprioritaskan di atas Fungsi

Tubagus mengatakan, seharusnya pemerintah lebih mementingkan fungsi dari waduk daripada estetikanya

TRIBUNNEWS.COM/Bian Harnansa
Sejumlah warga dan kendaraan bermotor berusaha melewati genangan air di Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, Rabu (01/01/2020). Hujan lebat berdurasi cukup lama sejak malam pergantian tahun hingga pagi hari, membuat sejumlah jalan raya dan perumahan warga di Jabotabek terendam banjir. 

TRIBUNPALU.COM - Direktur Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi) DKI Jakarta, Tubagus Ahmadi menilai, Pemprov DKI lebih banyak mempercantik waduk dibanding penambahan waduk.

"Banyak kebijakan Pemprov DKI terkait mempercantik waduk dan estetikanya. Kita lebih mementingkan art visual," kata Tubagus saat ditemui di LBH Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Tubagus mengatakan, seharusnya pemerintah lebih mementingkan fungsi dari waduk itu, misalnya dengan menormalisasi waduk-waduk di Jakarta.

"Bisa juga penambahan waduk itu sendiri di Jakarta," kata Tubagus.

Anies Baswedan Klaim Area Kemang Tidak Banjir Meski Faktanya Terendam Air Setinggi 2 Meter

Anies Baswedan dan Basuki Hadimuljono Beda Pendapat Soal Banjir, Ini Komentar Jubir Presiden

Ia menambahkan, Pemprov DKI juga harus memikirkan pembangunan lahan resapan yang sudah terlanjut tertutupi oleh bangunan-bangunan.

"Jangan melihat ekstetika waduk itu, fungsinya yang lebih penting. Jangan mengandalkan waduk, kita lihat bagaimana sebaran resapan di Jakarta," kata Tubagus.

Adanya lahan resapan bisa mengurangi bencana banjir.

"Kita masih membutuhkan banyak sumber resapan untuk meresap air permukaan sehingga tidak semua tertampung ke sungai," ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Walhi: Pemprov DKI Lebih Banyak Percantik Waduk Dibanding Tambah Waduk", 

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved