Breaking News:

Demo Minta Anies Mundur Disebut Norak, Eko Kuntadhi: Banjir Minta Gubernur Jadi Presiden,Nggak Wajar

Eko Kuntadhi menanggapi ucapan Fahira Idris yang menyebut bahwa aksi demo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur adalah hal yang norak.

Penulis: Lita Andari Susanti | Editor: Imam Saputro
Grafis Tribunnews/Ananda Bayu
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

TRIBUNPALU.COM - Penggiat media sosial, Eko Kuntadhi menanggapi ucapan Fahira Idris yang menyebut bahwa aksi demo meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur adalah hal yang norak.

Menurut Eko Kunthadi demo merupakan hal yang wajar.

Eko menilai warga melakukan demo karena ruang aspirasi mereka tertutup.

Hal ini berbeda dengan Gubernur sebelumnya yang membuka ruang aspirasi untuk warga langsung di balai kota.

"Kenapa demo, karena mungkin ruang aspirasinya tertutup dulu sebelumnya orang bolak-balik ke balai kota biasa aja, sekarang karena nggak ada lagi ya mereka demo lah, itu wajar-wajar aja," ujar Eko Kunthadi dilansir dari Youtube.

Ketika ruang aspirasi tertutup secara otomatis warga akan melakukan demo untuk menyuarakan pendapatnya.

Dewi Tanjung Ingin Tuntut Sedangkan Fahira Idris Dukung Anies Baswedan, Yunarto: Bingung Pilih Mana

Anies Baswedan Digugat Rp 42,3 Miliar, Tim Advokasi Korban Banjir: Kami Gugat Karena Anies Lalai

Ahok Minta Warga Percaya Anies Baswedan Bisa Atasi Banjir Jakarta:Pak Anies Lebih Pintar Ngatasinnya

"Ketika ruang aspirasi tertutup mereka mengekspresikan dengan demo itu bagian dari demokrasi dan menurut saya wajar," sambungnya.

Lebih lanjut Eko Kunthadi menuturkan bahwa warga meminta Gubernur Anies Baswedan untuk mundur adalah alasan yang cukup logis.

Yang tidak logis jika keadaan banjir dan warga justru meminta Anies untuk menjadi presiden.

"Yang nggak wajar kalu banjir meminta gubernur menjadi presiden itu nggak wajar," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved