Seorang ASN di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulteng Jadi DPO Kasus Penggelapan dan Penipuan

ASN yang berdinas di lingkup Pemprov Sulteng masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kepolisian Resor Palu.

Seorang ASN di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulteng Jadi DPO Kasus Penggelapan dan Penipuan
Kolase TribunMadura.com (Sumber: consumerreports.org dan istimewa )
Ilustrasi penipuan 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kepolisian Resor Palu.

Penetapan DPO terhadap ASN bernama Faradillah Jasin alias Faradilla (45) lantaran yang bersangkutan beberapa kali tidak mengindahkan panggilan penyidik Polres Palu, ntuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dan penipuan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPalu.com, Rabu (15/1/2020) sore, penetapan DPO terhadap ASN tersebut tertuang dalam surat keputusan nomor DPO/89/I/2020/Reskrim Polres Palu.

Kasat Reskrim Polres Palu AKP Esti Prasetyo Hadi mengatakan, sebelum ditetapkan sebagai DPO, ASN bersangkutan sempat diperiksa penyidik pada 25 November 2019 lalu.

Polisi yang Rampas Kamera Video Wartawan di Palu Terbukti Bersalah dan Dikenai Sanksi Disiplin

Diduga Terlibat Aktivitas Tambang Ilegal di Sigi, 4 Warga Diamankan ke Polda Sulteng

Ternak Sapi Berkeliaran di Dekat Palu Grand Mall, Sempat Ingin Masuk ke Parkiran

Tersangka diperiksa dengan dugaan melanggar Pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan penipuan.

Saat melakukan pemeriksaan, kata Kasat Reskrim Esty, tersangka mengeluh sakit, sehingga penyidik tidak dapat melanjutkan pemeriksaan.

Beberapa berikutnya, penyidik kembali memanggil tersangka, namun kembali tidak dihadiri tersangka dengan alasan sakit.

Hingga memasuki Januari 2020, kata Esty, tersangka belum juga datang memenuhi panggilan penyidik.

"Dan informasi yang didapat saat ini tersangka sedang berada di Jakarta," jelas Kasat Reskrim.

Setelah proses itu, penyidik kembali melayangkan dua kali surat panggilan terhadap tersangka, tapi tetap tidak dihadiri tersangka.

Sehingga penyidik langsung menerbitkan surat daftar pencarian orang (DPO) kepada tersangka yang diketahui beralamat di jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

"Sudah kesekian kali dari pihak penyidik melakukan pemanggilan terhadap tersangka dan selalu saja mangkir dari panggilan penyidik karena ini sudah sesuai dengan ketentuan dengan menerbitkan surat tersebut," ujar Esty.

Pihaknya berharap bahwa ASN yang bersangkutan agar dapat koperatif, dan menyerahkan diri ke pihak kepolisian.

Diketahui, kasus penggelapan dan penipuan yang dilakukan ASN tersebut sudah terdaftar dalam laporan polisi pada 12 Maret 2019 silam.

Sesuai pengembang, polisi sebelumnya sudah menangkap salah seorang tersangka lainnya pada 16 Desember 2019. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved