Maruf Amin: Banyak yang Ingin Jadi Raja, Mengaku Nabi, Ini Indikasi Banyak Orang Sakit

Wakil Presiden Maruf Amin mengomentari fenomena Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, yang sedang hangat diperbincangkan publik.

Instagram/kyai_marufamin
Wakil Presiden RI KH Maruf Amin. 

TRIBUNPALU.COM - Wakil Presiden Maruf Amin mengomentari fenomena Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, yang sedang hangat diperbincangkan publik.

Menurut Maruf Amin, fenomena itu mengindikasikan banyaknya orang yang sakit dan butuh penyembuhan.

"Kalau ini repot. Itu sekelas khalifah, jangankan raja, ini ada yang mengaku nabi. Ini indikasi banyak orang sakit, butuh penyembuhan," ujar Maruf Amin saat ditemui di Rumah Dinas Wakil Presiden, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

 "Banyak orang ingin jadi raja, meski cuma beberapa hari," tutur dia.

Fenomena Keraton Agung Sejagat sempat menyita perhatian karena mengklaim menjadi induk dari semua negara di dunia.

Bahkan, kekuasaannya tidak terbatas hanya di daerah Purworejo.

Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia.
Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso dan Sang Ratu, Fanni Aminadia. (Dok Istimewa via Kompas.com)

Sempat Diteror saat Bersih-bersih BUMN,Erick Thohir Kini Dapat Ancaman dari Kasus Jiwasraya & Asabri

Jika Seperti Keraton Agung Sejagat, Polda Jabar Bakal Ambil Langkah Hukum terhadap Sunda Empire

Ada Kerajaan Baru di Blora, Ganjar Pranowo Sebut Bedanya Keraton Djipang dengan KAS di Purworejo

Kerajaan yang berpusat di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, ini dipimpin oleh Raja Sinuwun Totok Santoso Hadiningrat.

Sedangkan Sang Ratu, yang memiliki nama asli Fanni Aminadia, dipanggil dengan sebutan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

Polisi pun menyelidiki keberadaan kerajaan yang dinilai meresahkan masyarakat itu. Sang Raja dan Ratu akhirnya diamankan Polda Jawa Tengah.

Setelah menjalani pemeriksaan, polisi menetapkan Toto dan Fanni sebagai tersangka.

Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel mengatakan, polisi memiliki bukti permulaan adanya motif penarikan dana dari masyarakat. Mereka menarik dana dengan cara menipu melalui penggunaan simbol-simbol kerajaan palsu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ma'ruf Amin: Banyak Orang Ingin Jadi Raja meski Cuma Beberapa Hari"

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved