Palu Hari Ini

Sayembara Penyelamatan Buaya Berkalung Ban di Palu, Media Internasional: bagi Siapa pun yang Berani!

Media internasional dukung sayembara penyelamatan buaya berkalung ban di Palu: bagi siapa pun yang berani melepaskan ban dari buaya sepanjang 4 meter.

Kompas.com
Media internasional dukung sayembara penyelamatan buaya berkalung ban di Palu: bagi siapapun yang berani melepaskan ban dari buaya sepanjang 13 kaki! 

TRIBUNPALU.COM - Kondisi buaya liar berkalung ban yang kerap menampakkan diri di aliran sungai Palu semakin memprihatinkan.

Bagaimana tidak?

Sejak kemunculannya pada 2016 silam, ban yang melilit dilehernya belum terlepas dan tubuh buaya berspesies siam ini makin membesar.

Alhasil, ban tersebut lambat laun akan mencekik lehernya dan tentu hal ini membuat angka kepunahan buaya siam semakin besar.

Terlihat seekor buaya besar berkalung ban bekas sepada motor sedang berjemur dengan mulut yang terbuka, di sungai Palu, tepatnya di jembatan dua, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Buaya ini jadi tontonan warga dan pengendara kenderaan bermotor, Rabu (15/1/2020).
Terlihat seekor buaya besar berkalung ban bekas sepada motor sedang berjemur dengan mulut yang terbuka, di sungai Palu, tepatnya di jembatan dua, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Buaya ini jadi tontonan warga dan pengendara kenderaan bermotor, Rabu (15/1/2020). (Kompas.com)

Untuk mencegah situasi semakin buruk, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Palu, Sulawesi Tengah telah mengumumkan sayembara untuk menangkap dan membebaskan buaya yang terjerat ban bekas di lehernya itu.

Sayembara ini menjadi jalan yang dipilih BKSDA Sulawesi Tengah karena kekurangan personel untuk melakukan penyelamatan buaya berkalung ban tersebut.

Kepala BKSDA Sulawesi Tengah, Hasmuni Hasmar menyebut, beberapa pihak sebenarnya telah berinisiatif melakukan penyisiran dari Sungai Palu hingga Teluk Palu, tetapi hingga saat ini belum berhasil.

"Kami juga beberapa waktu lalu bekerja sama dengan NGO (Non-Goverment Organization) asal Australia namun upaya mereka menyelamatkan buaya itu gagal," jelas Hasmar seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

Pihaknya juga berjanji akan memberi imbalan bagi masyarakat yang menangkap dan menyelamatkan buaya tersebut dari jeratan ban yang melilit selama tiga tahun lamanya.

"Jika ada masyarakat berhasil melepas ban bekas di leher buaya itu, kami akan berikan imbalan," kata Hasmar tanpa menyebut bentuk dan nilai imbalan yang akan diberikan.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved